Gerakan Islam Transnasional Tak Punya Semangat Nasionalisme
NU Online · Senin, 13 Mei 2013 | 01:12 WIB
Probolinggo, NU Online
Gerakan Islam transnasional samasekali tidak mempunyai semangat nasionalisme. Ideologi mereka tidak lagi bertumpu pada nation state, melainkan international state, yang didominasi oleh corak pemikiran skriptualis, fundamentalis dan radikal.<>
Demikian disampaikan KH Imam Ghazali Said dalam sarasehan dengan tema “Kelompok Transnasional: Antara Idealitas dan Realitas” di aula PCNU Kraksaan, Probolinggo, Ahad (12/5). Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan hari lahir (Harlah) ke-90 NU.
Kiai yang banyak mengamati gerakan Islam transnasional di Indonesia itu memaparkan, gerakan transnasional yang secara parsial mengadaptasi gagasan dan instrumen modern akan lebih mudah berkembang dan diterima oleh masyarakat.
“Realitas di lapangan mengatakan, gerakan ini banyak menggerogoti gerakan Islam lokal. Basis Muhammadiyah di perkotaan sekarang ini sedang digerogoti oleh jama’ah Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir. Jama’ah Tabligh dan Hizbut Tahrir menggerogoti beberapa konstituen penting NU di perkotaan. Gerakan salafi dan syi’ah berusaha mengambil jama’ah NU puritan dengan pendekatan pesantren,” ungkapnya.
“Apabila melihat kecenderungannya, gerakan transnasional berpotensi untuk terus membesar,” ujar Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo itu sembari mengingatkan kepada warga Nahdliyin untuk selalu berhati-hati.
Sarasehan itu dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah KH Amin Fathullah, Ketua Tanfidziyah KH Nasrullah Ahmad Sudja’i dan para pengurus lembaga, badan otonom, pengurus MWCNU dan ranting serta utusan dari beberapa perguruan tinggi dan pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo.
H. Supanut, ketua panitia menyampaikan dalam sambutannya bahwa seluruh kegiatan dalam memperingati Harlah NU ini mencakup semua lembaga di bawah naungan PCNU Kraksaan, termasuk kegiatan sarasehan kali ini.
Total keseluruhan kegiatan yang memeriahkan harlah ini sebanyak 14 kegiatan. “Alhamdulillah, semua kegiatan mendapat tanggapan dan sambutan yang positif dari warga nahdliyin pada khususnya,” pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Hasan Baharun
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua