Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) zona Bogor Timur di Pondok Pesantren Al Ghazaliyah Nagrak, Kecamatan Gunung Putri. Kegiatan yang diikuti 250 peserta tersebut sempat diguyur hujan lebat, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka.
Di luar materi ke-Ansoran, DKD yang berlangsung dari Jumat 30 September sampai 2 Oktober tersebut menghadirkan narasumber mumpuni, di antaranya PPM Aswaja yang mengajak kader untuk dakwah dengan tulisan lewat media online sebagai wujud jawaban atas tantangan zaman.
Menurut Ketua Panitia DKD Jaenudin, kegiatan tersebut merupakan awal kebangkitan GP Ansor Kecamatan Gunung Putri khususnya, dan Kabupaten Bogor umunya.
“Kegiatan ini adalah bukti keseriusan PAC Gunung Putri dan PAC se-Bogor Timur untuk menggerakan pemuda Nahdatul Ulama serta mewujudkan cita cita perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ketua PAC GP Ansor Gunung Putri dan Koordinator Wilayah Bogor Timur tersebut sebagaimana siaran pers yang diterima NU Online pada Senin (3/10).
Ketua PC Ansor Kabupaten Bogor H. Abdullah Nawawi mengatakan, GP Ansor adalah gerakan yang menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam mengejawantahkan setiap pergerakannya.
Hal itu senada dengan Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar. Dia mengatakan, GP Ansor mendakwahkan amar makruf bil makruf nahyi munkar bil maruf (mendakwahkan kebaikan dengan baik, melarang kejelekan dengan baik).
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Muspika Kecamatan Gunung Putri, PCNU Kabupaten Bogor LTN PBNU, Ketua Jatman DKI Jakarta, serta Keluarga Besar NU Kabupaten Bogor. Sementara penutupan diakhiri dengan doa kiai sepuh Gunung Putri dengan harapan akan muncul generasi baru penerus perjuangan Nahdlatul Ulama. (Red: Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua