Harapan Warga NU Lampung kepada Duet Kiai Muhsin dan H Mukri
NU Online · Rabu, 14 Maret 2018 | 02:00 WIB
Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-10 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung baru saja usai digelar di komplek Pesantren Darussa’adah Mojoagung, Seputih Jaya Gunung Sugih, Lampung Tengah.
Masih terasa aura antusiasme ribuan nahdliyin Bumi Ruwa Jurai Lampung yang baru saja menghadiri agenda rutin lima tahunan PWNU Lampung selama 3 hari mulai 8 sampai dengan 10 Maret 2018.
Optimisme NU Lampung ke depan diungkapkan warga NU dan kalangan aktivis muda NU Lampung pasca rampungnya Konferwil yang menghasilkan duet KH Muhsin Abdillah sebagai rais syuriyah dan H. Muhammad Mukri sebagai ketua tanfidziyah PWNU Lampung.
Seperti disampaikan Wakil Ketua Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTNNU) Lampung Tengah, Rahmat Basuki, melalui sambungan telepon, Selasa (13/3) siang.
Menurutnya NU Lampung selama ini menjadi barometer perkembangan Nahdlatul Ulama di luar Jawa. Mau tidak mau menurutnya pengurus Nahdlatul Ulama yang baru terpilih dan jajarannya harus segera bergerak dan mewujudkan hasil-hasil keputusan Konferwil.
“Kami sangat optimis dengan duet kepemimpinan Romo KH Muhsin Abdillah selaku rais syuriyah dan H. Muhammad Mukri selaku ketua tanfidziyah lima tahun kedepan memimpin PWNU Lampung,” ungkap Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.
Mantan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Lampung Tengah ini berharap duet kepemimpinan ini diberi kesehatan, tetap istiqomah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan fokus pada pengembangan kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan.
Sementara itu Sekretaris PC LTNNU Lampung Tengah Miftahul Izza berharap, kepemimpinan Ketua Tanfidziyah H. Mukri dapat menumbuhkan spirit kepada kader-kader muda Nahdlatul Ulama dan para santri untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia dalam Nahdlatul Ulama berbasis membaca dan menulis.
“Semoga tradisi literasi di kalangan warga NU semakin hidup dan survive, mengingat potensi kaum muda nahdliyin di Provinsi Lampung sangat besar. Semoga terwujud kelak,” tutup alumnus Fakultas Syariah IAIM NU Kota Metro Lampung ini.
Kiai muda Lampung Tengah yang juga pengasuh Pesantren Sunan Ampel Kampung Totokaton Kecamatan Punggur, Gus Alie Fadhilah Musthofa pun mengingatkan kepemimpinan baru PWNU ini dengan selain mengokohkan nilai-nilai Aswaja an Nahdliyah di seluruh pelosok 15 Kabupaten dan Kota di Lampung,juga mewaspadai tantangan kedepan yaitu maraknya radikalisme, berita hoak, pemberantasan korupsi, dan sejenisnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
Terkini
Lihat Semua