Daerah

Hidup Tak Layak, LAZISNU Ajak Warga Peduli Derita Ibu Muda Ini

NU Online  ·  Rabu, 7 Maret 2018 | 03:00 WIB

Jombang, NU Online
Tidak ada yang berkeinginan hidup sengsara. Namun siapapun tidak ada yang tahu garis hidup di masa depan. Termasuk suratan takdir sehingga menderita seperti yang dialami Ibu NIta ini. LAZISNU mengajak warga khususnya kalangan yang diberikan kelebihan rezeki untuk peduli. 

Namanya Ana Novita Hariyati. Usianya baru 32 tahun. Cukup muda untuk ukuran pasangan rumah tangga, dan dikaruniai seorang putri. Akan tetapi lantaran ditinggal pergi sang suami, hidupnya serba kekurangan. 

Nama panggilannya Ibu Nita dan tinggal di rumah tak layak huni di kawasan Dusun Pekunden RT 03/RW 05, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung Jombang. 

“Hidupnya serba kekurangan, dan mempunyai seorang anak yang berusia 4 tahun, serta tinggal bersebelahan dengan kakaknya yang mengalami gangguan jiwa,” kata Akhmad Zainuddin, Rabu (7/3). 

Direktur Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang ini menceritakan bahwa Ibu Nita status hubungannya cerai hidup. “Maksudnya, ditinggal lari sang suami,” kata Gok Din, sapaan Akhmad Zainuddin.

Untuk dapat bertahan hidup, Ibu Nita memilih bekerja secara serabutan yang tentu saja tidak menentu juga hasil yang didapat. ”Dalam kehidupan keseharian, Ibu Nita bekerja sebagai buruh rumah harian lepas yang tidak menentu hasilnya,” tandasnya.

Dan yang juga memprihatinkan, ibu ini tinggal di sebuah petak rumah berukuran 2,5 × 3 Meter tanpa aliran listrik sama sekali. “Untuk memenuhi kebutuhan air sekalipun, sehari-hari menunggu lelesan dari pabrik es yang berada di depan rumahnya,” ungkap dosen di Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah atau Unwaha ini.

Bagaimana bisa bertahan hidup dengan penghasilan tidak menentu tersebut? “Ibu Nita mengkonsumsi mi instan untuk menyambung hidupnya,” ungkapnya. Dalam keseharian, Nita memasak hanya menggunakan peralatan masak seadanya dan menggunakan tungku dari kayu.

Dan saat ini para tetangga sementara memberikan aliran listrik dan sedang berembug untuk membantu swadaya bagi pengadaan listrik mandiri untuk dialirkan ke rumah tersebut.

“Fenomena Ibu Nita ini salah satu contoh nyata warga yang tidak tersentuh oleh program pemerintah,” kata Gok Din. Dan  tentu saja masih banyak kalangan kurang mampu atau dhuafa lain yang belum memperoleh akses kesejahteraan dari negara, lanjutnya..

"Sebagai sesama warga NU dan kaum muslimin, serta sesama warga, kita tidak selalu menggantungkan kondisi saudara kita pada negara. Saatnya membun ukhuwah islamiyah dan ukhuwah nahdhiyah dan insaniyah dengan memberikan santunan kepada Ibu Nita dan kalangan kurang beruntung yang lain,” harapnya.

Para pembaca media ini dapat melihat langsung kondisi Ibu Nita sesuai alamat yang tertera di atas. Atau yang merasa terpanggil dapat membantu dengan mendonasikan bantuannya ke rekening Bank Mandiri Syariah (BSM) atas nama LAZISNU Kode 451 (7019992211).

"Atau ada yang berkeinginan menyumbangkan barang bisa menghubungi call center 085748980647 dan terhubung dengan saudara Syahal," pungkas Gok Din. (Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang