Hindari Penyerobotan, Masjid NU Hendaknya Lebih Layani Umat
NU Online · Ahad, 12 Juli 2020 | 14:00 WIB
Mojokerto, NU Online
Maraknya gerakan yang tidak ramah dengan tradisi warga, cenderung menyalahkan bahkan mengakifkan dimulai dari masjid. Kalangan ini datang dengan semangat menjaga rutinitas ibadah, namun berikutnya menjadikan masjid yang ada untuk mengenalkan paham radikal.
Kesadaran itu juga yang menggerakkan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mereka sepakat membuat pelakat atau melakukan labelisasi sejumlah masjid NU yang tersebar di wilayahnya.
“Persoalan penyerobotan masjid NU di Kabupaten Mojokerto oleh pihak luar menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan,” kata H Suwarno, Sabtu (11/7).
Karena itu, Ketua PC LTMNU Kabupaten Mojokerto tersebut mengundang sejumlah takmir untuk mendengarkan paparan terkait labelisasi masjid. Demikian pula bagaimana semakin memakmurkan rumah ibadah dengan aktifitas positif. Acara ini dipusatkan di wisma kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.
H Suwarno menyampaikan bahwa selain upaya memakmurkan masjid dengan ragam kegiatan, pertemuan bertujuan agar masjid tidak diserobot oleh golongan di luar Ahlussunnah wal Jama’ah. Karena itu yang juga bisa dilakukan dengan gerakan membuat plakat atau melabeli masjid.
“Namun demikian, melabeli masjid NU diperlukan kekompakan dan keseragaman. Dan untuk pembiayaan labelisasi, dikembalikan kepada masjid yang bersangkutan,” kata Abah Warno, sapaan akrabnya.
Dalam paparannya, KH Hidzul Wathon menyampaikan bahwa masjid yang berpaham Ahlusunnah wal Jama’ah sudah saatnya merapatkan barisan untuk lebih dimakmurkan.
“Agar masjid menjadi pusat dakwah untuk melayani umat, juga tidak diserobot oleh golongan di luar Ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) LTMNU Jatim ini.
Dijelaskannya, saat ini sudah waktunya merapatkan barisan untuk menata lebih baik lagi dalam memakmurkan masjid. Hal tersebut hendaknya dilakukan bersama dengan pengawalan yang lebih nyata guna melayani umat. Karena masjid adalah rumah Allah yang ada di bumi.
Hadir pula pada pertemuan tersebut KH Abdul Adzim Alwi selaku Ketua PCNU Kab Mojokerto, H Ainul Yaqin selaku Kesra Pemkab Mojokerto, H Suwarno, dan ratusan takmir masjid se-Kabupaten Mojokerto.
Kontributor: Ahmad Rofi
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua