Hujan Deras Picu Banjir di Bekasi, Aktivitas Warga dan Sekolah Terganggu
NU Online · Kamis, 22 Januari 2026 | 16:45 WIB
Banjir di Perumahan Griya Asri 2 Blok H, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: NU Online/Suci Amaliyah)
Suci Amaliyah
Kontributor
Bekasi, NU Online
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya sejak pagi hari menyebabkan banjir di sejumlah titik. Genangan air setinggi betis orang dewasa merendam Perumahan Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan pantauan NU Online di lokasi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, ketinggian air di ruas jalan utama kawasan tersebut mencapai sekitar 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor, serta menghambat mobilitas anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Akibat banjir, Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Sumberjaya, Tambun, terpaksa meliburkan siswa. Pihak sekolah menyebut banyak orang tua mengeluhkan akses jalan menuju sekolah yang tergenang air.
“Berhubung curah hujan cukup tinggi dan akses jalan ke sekolah sulit untuk dilewati, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) siang dilaksanakan secara daring,” ujar Saroh, guru SD Negeri 05 Sumberjaya, dalam pesan daring yang diterima NU Online.
Tak hanya sekolah formal, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nur Hidayah Tambun juga terpaksa meliburkan para santrinya. Genangan air dilaporkan telah memasuki ruang kelas dan kantor TPQ.
“TPQ Nur Hidayah airnya sudah masuk ke dalam kantor dan kelas di sampingnya, terpaksa kami liburkan,” kata Yayah, guru TPQ kelas 2.
Yayah menjelaskan, banjir terjadi akibat hujan yang turun sejak pagi hari serta buruknya daya tampung drainase di kawasan tersebut.
“Karena hujan, terus air drainase dari kampung kan turun ke sini. Kalinya kecil, jadi tidak menampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika aliran sungai tidak mampu menampung debit air, genangan meluap ke badan jalan. Sebaliknya, saat kondisi sungai mulai surut, air di jalan perlahan menyusut dan kembali masuk ke saluran. “Nanti kalau kalinya surut, air di jalan ikut surut dan masuk ke got,” ucapnya.
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua