IAIN Jember Mantap Sebagai Pusat Kajian Islam Nusantara
NU Online · Rabu, 10 April 2019 | 13:00 WIB
Jember, NU Online
IAIN Jember bertekad akan terus berupaya memantapkan diri sebagai kampus ‘rujukan’ kajian Islam Nusantara, khususnya untuk lingkungan Jawa Timur. Tekad tersebut dikemukakan Rektor IAIN Jember, Babun Suharto di sela-sela sebuah acara Jember, Rabu (10/4).
Menurutnya, IAIN Jember mempunyai segala fasilitas yang diperlukan untuk menjadi pusat kajian Islam Nusantara. Dari sisi administrasi, akademik, dan SDM (sumber daya manusia) IAIN Jember sudah ‘unggul’ di bidang kajian tersebut.
Di luar itu, kondisi sosio-kultural masyarakatnya juga mendukung. Selain sejumlah pesantren besar yang bertebaran di Jember, juga tidak sedikit tokoh dan kiai Jember yang punya reputasi nasional di bidang kajian Islam Nusantara.
“Ini (kajian Islam Nusantara) sudah kami mulai sejak periode lalu. Di periode ini kami tinggal meneruskan. Nanti akan kami perbanyak seminar dan kajian-kajian seputar Islam Nusantara,” ujarnya kepada NU Online.
Mantan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Jember itu menegaskan, Islam Nusantra tetap menarik untuk dikaji dan disosialisasikan. Apalagi hingga detik ini masih ada orang yang gagal paham terhadap Islam Nusantara. Bahkan, katanya, ada pihak-pihak yang secara gegabah menolak Islam Nusantara dengan alasan bahwa Islam hanya satu, tidak terkotak-kotak dalam lebel tertentu.
“Itu butuh penjelasan. Islam Nusantara ‘kan hanya konsep. Isinya sudah lama menjadi amalan turun- temurun mayoritas Muslim Indonesia. Tahlilan, yasinan dan sebagainya, itu adalah bagian dari Islam Nusantara,” urainya.
Babun Suharto saat ini menjalani periode kedua kepemimpinannya di IAIN Jember setelah dilantik oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Operation Room gedung Kementerian Agama di Jakarta, Senin (8/4) lalu. Babun menjadi Rektor IAIN Jember untuk periode 2019-2023. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua