Jakarta, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, bersama Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Rorotan mengadakan halal bi halal. Kegiatan diselenggarakan di Masjid Nurul Muhajir Rorotan, Cilincing, Sabtu (30/6).
Selain diisi sarasehan hari raya, kegiatan juga pelatihan menulis yang bertema Menulis Era Zaman Now Untuk Menjawab Tantangan Aswaja pada Generasi Milenial.
Rahmat Sentosa selaku ketua pelaksana memaparkan bahwa selain momentum silaturahim, kegiatan juga sebagai sarana berbagi pengalaman dan keterampilan menulis. "Selain momentum silaturahim usai Idul Fitri, acara diselingi dengan pembekalan keterampilan menulis bagi para kader muda NU Cilincing,” papar Rahmat.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Cilincing, Fachmi Hasan mengatakan, halal bi halal merupakan acara rutin tahunan bagi Ansor Trangkil. “Namun, tahun ini acara tampak sangat meriah karena kekompakan antara GP Ansor dan Pelajar NU Cilincing,” katanya.
"Acara ini merupakan suatu kebanggaan karena bisa menyaksikan kekompakan dan kebersamaan Ansor dan pelajar NU Cilincing yang sudah lama diimpikan," ungkapnya di sela acara.
Ketua Ranting GP Ansor Rorotan, Bayu Andika mengatakan bahwa manusia selalu melakukan kesalahan. "Kita harus menyadari bukan makhluk sempurna sehingga pasti ada salah dan khilaf. Untuk itu mari lapangkan hati untuk meminta maaf dan bersedia memaafkan kepada satu dan lainnya," ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader IPNU-IPPNU dan Ansor untuk berbenah diri, bersedia bangkit demi menuju perbaikan guna menghadapi tantangan organisasi ke depan yang lebih besar.
"Sudah saatnya kita meningkatkan motivasi gerakan kita, agar mampu menjadi kader muda NU yang bisa melakukan perjuangan dengan cerdas dan profesional," ungkapnya.
Ketua NU Ranting Rorotan, Ustadz Ahmad Muhadis mengimbau segenap kader Ansor dan IPNU-IPPNU agar tidak patah arang dalam melakukan perjuangan. Kader Muda NU, katanya, harus memiliki tekad yang kuat dan motivasi yang besar dalam perjuangan.
"Yang namanya perjuangan pasti selalu ada hambatan yang perlu dilewati setiap waktu. Maka dari itu mari kita kuatkan tekad," paparnya saat memberikan mauidlah hasanah.
Bagas Mulyanto selaku narasumber mengajak kader Ansor dan IPNU-IPPNU untuk giat menulis dan berkarya.
"Menulis merupakan hal sangat penting. Selain mengembangkan ilmu, menulis juga merupakan sarana mensyiarkan NU kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, dirinya menambahkan bahwa menulis merupakan salah satu tradisi ulama dalam berdakwah. Yang tidak kalah penting, dengan menulis pikiran dan gagasan seseorang dapat tersimpan dalam waktu lebih lama. “Banyak ulama dan tokoh yang sudah lama wafat, namun hingga kini masih tetap dikenang melalui tulisannya,” tandas alumni Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini. (Banu Alkaf/Ibnu Nawawi)