IPNU Purwakarta Potong Tumpeng dan Baca 1000 Puisi Ke-NU-an
NU Online · Jumat, 26 Februari 2016 | 19:04 WIB
Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Purwakarta, memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-62 dengan peluncuran akbar aneka kegiatan di Kantor PCNU Purwakarta. Rabu (24/2). Potong tumpeng menandakan awal rangkaian kegiatan.
Ketua IPNU Purwakarta Adi Setiawan mengatakan, kegiatan harlah kali ini akan dijadikan sebagai momentum kaderisasi bagi para pelajar Purwakarta karena para pelajar ini akan dilibatkan dalam beberapa lomba dan kegiatan.
"Para pelajar Purwakarta akan terlibat dalam kemeriahan harlah ini dan mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjadi IPNU dan IPPNU. Mereka juga akan mengeksplorasi pemikiran NU dalam sebuah kegiatan cipta baca puisi," kata Adi di hadapan ratusan hadirin.
Kegiatan yang paling menarik, tambah dia, rangkaian peringatan Harlah Ke-62 IPNU ini akan ditutup dengan pembacaan 1.000 puisi karya para pelajar Purwakarta. Tema dalam puisi-puisi tersebut adalah tentang ke-NU-an.
"Setelah kegiatan ini ada lagi beberapa kegiatan di antaranya adalah diskusi bersama Keluarga Besar NU, donor darah, dan lomba cipta baca 1.000 puisi pelajar," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriyah PCNU Purwakarta KH Abun Bunyamin mengucapkan selamat sekaligus memberi amanah agar IPNU-IPPNU tetap dirawat dan dijaga dengan baik, sebab NU di masa depan ada pada pundak IPNU-IPPNU masa kini.
"Kalau IPNU-IPPNU dibiarkan dan tidak diurus oleh pengurus NU, sama saja akan merusak NU di masa yang akan datang,"tegas Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin ini.
Kegiatan yang mengambil tema Knowledge is Power, Moral is More, Poetry is Everything ini, dihadiri oleh para Pengurus PCNU, Banom, Majelis Alumni IPNU-IPPNU, pengurus komisariat dan PACÂ IPNU-IPPNU se-Kabupaten Purwakarta. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua