Jaga Keaslian, Kader PMII Jombang Produksi Hand Sanitizer secara Mandiri
NU Online · Ahad, 5 April 2020 | 07:30 WIB
A. Syamsul Arifin
Kontributor
Jombang, NU Online
Di tengah kebutuhan hand sanitizer atau gel pembersih tangan yang semakin meningkat akibat wabah Corona Virus Disease (Covid-19), kreativitas dan inisiatif beberapa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini patut ditiru. Mereka memproduksi barang yang saat ini sudah mulai langka di pasaran tersebut.
Mereka adalah kader PMII Rayon Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Umar Tamim Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang. Sejumlah alat produksi dipersiapkannya sejak beberapa waktu terakhir dan mampu menghasilkan hingga 50 botol berukuran 30 ml.
"Kita menghindari oknum yang (mungkin) berbuat curang. Jadi agar lebih aman dan karena latar belakang kita sebagai orang kesehatan tidak mungkin kita menyepelekan efek samping ke depannya. Jadi kita buat sendiri," kata Ketua PMII Rayon FIK Umar Tamim, Ahmad Ya'kub kepada BI, Ahad (5/4).
Ia menegaskan, kader-kader PMII yang saat ini menempuh perkuliahan di fakultas kesehatan tentu sudah cukup mengerti akan alat dan takarannya saat proses produksi. Dalam praktik proses pembuatannya, dirinya mencampurkan etanol 85%, rizerolnya 1,45%, dan hidrogen perovidenya 0,01 25%. Kemudian dituangkan menggunakan kom yang steril. Begitu juga alat pengaduknya juga steril dan memakai hendzscun.
"Terus kita memasukkannya ke dalam botol menggunakan spuet 10 cc untuk menjaga agar cairannya juga steril," jelas dia.
Setelah dikemas dengan rapi, imbuhnya, Kader-kader PMII tersebut kemudian menjualnya. Tidak hanya kepada kalangan PMII, akan tetapi juga kalangan umum. Sementara sebagian dari hasil penjualannya akan dimasukkan kas lembaga atau organisasi untuk menunjang pelaksanaan program Rayon PMII FIK Umar Tamim ke depan.
"Untuk semua kalangan masyarakat tidak hanya untuk PMII saja, untuk saat ini memang promosinya melalui grup-grup PMII, teman-teman PMII yang lain, tapi tidak menutup kemungkinan ke yang lain. Soalnya kita sudah dapat pelanggan dari masyarakat umum," tuturnya.
Ia mengaku, banyak kalangan yang ternyata minat membeli hasil kreativitasnya itu, baik dari kader PMII sendiri ataupun kalangan di luar PMII. Bahkan, proses produksi kembali harus dilakukan, mengingat pesanan dari masyarakat kian meningkat.
"Sementara memang baru 50 botol. Tapi pesenan sudah semakin banyak untuk ukuran 30 ml dan 1 liter," ucapnya.
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizi
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua