Katib Syuriyah PCNU Jember: Kekuasaan Bukan Segala-galanya
NU Online Ā· Senin, 24 Juni 2019 | 10:30 WIB
Jember, NU Online
Masyarakat diharapkan tidak berburuk sangka terhadapĀ Mahkamah Konstitusi (MK) dalam memutuskan sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Sebab, para hakim MK diyakini bukan orang sembarangan. Mereka mempunyai reputasi yang cukup bagus, memiliki integritas moral dan independensi yang mumpuni. Sehingga sangat sulit terpengaruh intervensi pihak lain.
Demikian diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, Kiai Muhammad Noor Harisudin kepada NU Online di sela-sela Halal bi Halal Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Jember di kediaman tokoh Ansor, H Babun Suharto, Ahad (23/6) malam.
Menurut Kiai Haris, para hakim MK itu tidak mempunyai rekam jejak yang buruk.Ā Sebab sebelum menduduki kursi hakim mereka telah menjalani serangkaian seleksi yang amat ketat. Tidak sekadar diuji kapasitasnya tapi juga dicek rekam jejak dan integritasnya.
āTidak gampang menjadi hakim MK itu. Lagi pula, selama ini tidak ada kabar buruk menerpa mereka, meskipun mereka banyak diserang oleh orang-orang yang mungkin merasa dirugikan akibat putusan-putusannya,ā tukasnya.
Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Kaliwates itu mengimbau masyarakat agar tenang, tidak perlu gegabah menyikapi putusan MK, dan jauhi dari niat datang ke Jakarta (MK) hanya untuk ikut unjuk rasa. Sebab, tidak ada gunanya unjuk rasa karena hakim MK tidak akan goyah dengan tekanan apapun.
āPercayakan saja kepada mereka (MK),ājelasnya.
Guru besar IAIN Jember itu memuji sikap Prabowo yang belakangan menunjukkan kenegarawanannya dalam menyikapi sidang sengketa hasil Pilpres tersebut. Ia bahkan telah meminta pendukungnya untuk percaya kepada MK dan menerima apapun putusannya.
āKalau Prabowo sudah seperti itu, kalau masih ada yang ngajak demo, itu sebenarnya melawan keinginan Prabowo,ā ungkapnya.
Wakil Ketua PW LDNU Jawa Timur ituĀ mengingatkan bahwa kekuasaan bukan segala-galanya. Kekuasaan hanya salah satu media untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Karena itu, jangan sampai mengorbankan sega-galanya hanya untuk meraih kekuasan.
āKekuasaan bukan segala-galanya. Mari kita berpikir jernih, kita bisa mengabdi di mana saja asal mau. Tidak harus lewat kekuasaan,ā pungkasnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
4
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
5
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
6
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
Terkini
Lihat Semua