Ketua PC LP Ma’arif NU Jember Jadi Pjs Rektor UIJ
NU Online · Rabu, 7 Januari 2015 | 10:03 WIB
Jember, NU Online
Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember akhirnya menunjuk Hobri sebagai Pejabat sementara (Pjs) Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) menyusul berakhirnya masa tugas Rektor UIJ, Dodiek Sutikno. Pelantikan pria yang juga Ketua PC LP Ma’arif NU Jember asal Pulau Raas, Madura itu sebagai Pjs Rektor UIJ dilaksanakan Selasa, (6/1) di aula UIJ. <>
Menurut Ketua YPNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, Hobri diberi tugas untuk mengawal UIJ hingga pemilihan rektor digelar. “Selain itu, sambil jalan, juga untuk memajukan UIJ agar menjadi kampus yang disegani dan disenangi,” tukasnya.
Menurut Gus A’ab, sapaan akrabnya, Hobri adalah orang yang pas untuk menjabat rektor UIJ. Selain pakar pendidikan dan dosen pasca sarjana Universitas Jember, Hobri juga dikenal sebagai sosok yang peduli dengan pendidikan NU.
Sejak dulu, kata Gus A’ab, Hobri, pakar pendidikan Universitas Jember itu memang sering memberikan sumbang saran terhadap kemajuan UIJ. “Beliau asli NU, pakar pendidikan lagi,” ucapnya.
Hobri sendiri menyatakan siap untuk membantu kemajuan UIJ. Dikatakannya, dirinya siap mencurahkan pikirannya untuk memajukan UIJ, lebih-lebih menghadapi akreditasi UIJ. “Ini amanah para kiai yang cukup berat, tapi akan saya jalankan hingga terpilih rektor baru nanti, Insya Allah saya tetap bantu UIJ,” tukasnya.
Pemilihan rektor UIJ seharusnya dilakukan medio Desember 2014. Namun dalam penjaringan calon rektor, hanya satu orang yang memenuhi syarat administrasi sehingga harus ditunjuk pejabat sementara rektor untuk mengisi kekosongan kursi rektor yang habis masa tugasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni).
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua