Cilegon, NU Online
Dalam rangka rekrutmen anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser, Pimpinan Cabang Ansor Cilegon, Banten menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD). Kegiatan yang memasuki angkatan III tersebut dilangsungkan di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah, Deringo, Pemalang, Kota Cilegon.
Ketua Panitia Pelaksana DTD III Ansor Kota Cilegon, Abdurrosyid mengatakan, angggota baru yang ingin bergabung harus melalui DTD Ansor/Banser Maros angkatan ke- III ini. "DTD III ini diikuti 100 peserta, yang dilaksanakan mulai dari hari Jumat hingga Ahad," kata Rosyid, Sabtu (30/6).
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Cilegon, Sholeh Syafei, dalam arahannya mengaku akan terus melakukan kaderisasi sampai memiliki 3000 anggota. "Saya optimis ketika kaderisasi Ansor dan Banser terus digalakkan, anak muda Kota Cilegon akan lebih produktif dan terhindar dari hal-hal negatif," ujarnya.
Kang Alex sapaan akrab Sholeh Syafe'i menambahkan, kaderisasi membangun generasi muda Cilegon agar memahami Islam yang rahmatan lil 'alamin. “Yakni Islam yang ramah dan santun, Islam yang merangkul bukan memukul, Islam menyayangi dan mencintai bukan mencacimaki,” kata Majelis Pembina Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon tersebut.
Dia meyakinkan bahwa ikhtiar yang dilakukan Ansor dan Banser sebagai kegiatan mulia. "Yakinlah bahwa kerja-kerja kita ini mulia dan Insyaallah berpahala besar,” tegasnya. Karena Ansor adalah organisasi warisan ulama Nahdlatul Ulama, karena itu menjadi keharusan untuk menjaga dan membesarkan melalui kerja kaderisasi yang intensif, lanjutnya.
Dirinya menjelaskan, Ansor adalah organisasi kader yang telah berdiri jauh sebelum negeri ini merdeka. “Artinya Ansor punya jasa yang besar bagi merdekanya Indonesia,” ungkapnya.
Tidak berhenti sampai di situ kiprah Ansor dan Banser. Dengan akidah Islam Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah, Ansor juga dalam kiprahnya terus mendakwahkan Islam yang toleran, ramah, damai, rahmatan lil alamiin.
“Berkhidmat atau mengabdi di Ansor, maka sejatinya kita mengabdi kepada ulama NU yang juga pendiri Ansor," tandas Alex. (A Imam Putra/Ibnu Nawawi)