Daerah

Komunitas Santri Jogo Kali dan Warga Jombang Bersihkan Sungai

NU Online  ·  Ahad, 12 Agustus 2018 | 06:00 WIB

Jombang, NU Online
Adalah Forum Komunitas Santri Jogo Kali dan sejumlah elemen di Jombang, Jawa Timur mengadakan aksi bersih-bersih sungai. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, Karang Taruna Desa Sengon, juga sejumlah sekolah di Jombang, mereka melakukan pembersihan saluran sekunder Gude atau Jembatan Breng.

Fathur Rohman mengemukakan bahwa kegiatan ini mengajak warga untuk menjaga agar sungai tidak tercemar. "Mengajak mereka untuk menjaga kebersihan sungai sekaligus mendukung kegiatan masyarakat," kata Ketua Forum Komunitas Santri Jogo Kali tersebut, Ahad (12/8).

Tidak semata diisi dengan membersihkan sungai, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengibaran bendera. "Dalam rangka menyongsong hari ulang tahun ke-73 Republik Indonesia sebagai penghormatan kepada para pejuang yang menjadikan sungai sebagai tempat upacaranya," jelasnya.

“Selama kegiatan, kami melakukan pembersihan dengan memungut sampah yang ada di sungai,” kata salah seorang peserta, Ustadz Imam Muttaqin. 

Staf pengajar di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab hasbulloh (MAUWH) Tambakberas tersebut mengemukakan bahwa inisiatif kegiatan adalah dari Dinas Lingkungan Hidup, karang taruna, serta Forum Komunitas Santri Jogo Kali. “Kami dari MAUWH dan sejumlah sekolah lain hanya memeriahkan,” ungkapnya.

Untuk turut berpartisipasi, MAUWH mengirimkan 12 peserta didik. “Ada juga tiga anak yang bertugas untuk mengisi panggung hiburan,” terangnya. Ketiganya memainkan kreasi bitbox yakni menyanyi yang diiringi musik, tapi dari suara mulut, lanjutnya.

Memang, selama kegiatan tidak semata diisi dengan membersihkan lingkungan sungai. “Juga diadakan lomba untuk peserta bersih-bersih dan masyarakat,” katanya. Termasuk hadirnya panggung hiburan berupa penampilan musik dan pantomim.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi tersebut untuk menggugah kesadaran berbagai kalangan akan pentingnya menjaga lingkungan sungai. “Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga akan besarnya manfaat bersih dan sehatnya sungai,” kata Ustadz Imam.

Dilibatkannnya lembaga pendidikan juga memberi pesan agar juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kebersihan sungai. “Sekolah dan industri juga diharap turut menjaga kondisi sungai yang sehat,” ungkapnya. 

Bahkan di akhir kegiatan juga dilakukan biotilik. Yakni pengukuran kualitas air sungai berdasarkan biota air. "Ternyata Sungai Kali Breng tergolong tercemar berat," tandas Fathurrahman. (Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang