Kayu Agung, NU Online
Sejumlah remaja putri yang tergabung dalam Detasemen Wanita Banser (Denwatser) melakukan sejumlah atraksi berbahaya, termasuk melewati api yang sedang menyapa. Namun dengan melewati prosedur, hal tersebut dipandang sebagai hal positif demi memperkokoh mental.
Sejumlah pengalaman mengesankan dan penuh makna tersebut disampaikan peserta Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan sedari Kamis hingga Ahad (22-25/2) lalu.
"Saya sejak kecil takut dengan api. Tapi alhamdulillah, setelah bisa melewatinya sekarang tidak ada ketakutan lagi," ujar Cindy Vaticha Sari, di Kayu Agung, OKI, Sumsel, Kamis (2/3).
Warga Desa Makarti Mulya, Kecamatan Mesuji Induk itu mengaku terasa panas di kakinya saat melewati api, namun tidak terjadi luka.
Denwatser lain dari desa yang sama yakni Reny Kurnia Sari menyebut, saat hendak berjalan melewati bara api merasa takut dan bahkan sempat menangis.
"Tapi dengan niat dan baca basmalah, tidak terasa panas walau saya paling belakang melewati api," katanya sembari tersenyum.
Pengalaman lain diungkapkan Imro Anna Tasya. Awal berjalan, kakinya terasa panas. "Tapi setelah melangkah terasa dingin dan tidak ada rasa panas sama sekali," ujar Imro.
Imro yang satu desa dengan Cindy dan Reny itu menambahkan, dampak positif melewati api adalah keyakinan serta semangat untuk percaya diri. Bahwa jangan pernah merasa takut sebelum mencoba.
"Melewati api sebagai motivasi dan simulasi agar kader Pemuda Ansor jangan pernah takut bergerak dengan imajinasi ketakutan yang dibangun dalam pikiran," ujar Instruktur Satkornas Banser Gatot Arifianto.
Gatot yang dalam kaderisasi sering menggunakan api sebagai ikhtiar memotivasi itu menambahkan bahwa kader Ansor jangan pernah takut mencoba berbuat baik melalui organisasi.
"Ansor didirikan dengan tujuan baik. Kenapa ragu dan takut berbuat maslahat melalui Ansor?” katanya balik bertanya. Baginya, orang yang tidak pernah gagal adalah mereka yang tidak pernah berusaha. Kegagalan yang menjadi cambuk kemajuan ialah ilmu yang tidak ternilai. Kader Ansor jangan lelah apalagi takut untuk bergerak dan menggerakkan organisasi, urainya.
Sebelumnya, PC GP Ansor OKI menggelar DTD dan kegiatan dilanjutkan dengan yang diselenggarakan di Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing Jaya.
Peserta Susbalan terdiria atas 145 orang kader, 135 orang Banser, 10 orang Denwatser. Baik Cindy, Reny dan Imro adalah tiga dari Denwatser yang mengikuti Susbalan. (Adam/Ibnu Nawawi)