‘Ngundhuh Berkahing Gusti’, Mensyukuri Karunia Padi
NU Online · Senin, 6 Januari 2014 | 23:01 WIB
Klaten, NU Online
Sejauh mata memandang, terhampar luas area persawahan, penuh dengan kemilau padi yang menguning. Pemandangan ini mungkin akan mengingatkan kita kembali, akan sebutan Pulau Jawa sebagai Jawa Dwipa, Pulau Padi.
<>
Pemandangan yang indah tersebut, dipadu dengan sejuknya semilir angin dan suasana alam desa yang begitu asri. Begitulah suasana di sebuah daerah di Klaten Jawa Tengah, tepatnya di Segawoh, Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Sabtu (4/1).
Sejurus kemudian, datang sejumlah iring-iringan warga dengan membawa bermacam makanan. Sebagian dari mereka juga membawa tumpeng. Rupanya, mereka hendak menggelar tradisi Ngundhuh Berkahing Gusti. Sebuah tradisi ungkapan syukur warga, yang diadakan untuk menandai datangnya panen padi.
Pemimpin acara, Lawu Warta, mengungkapkan acara ini bertujuan untuk mensyukuri berkah Tuhan yang diberikan melalui alam. “Sebagai manusia, kita harus menjaga keharmonisan ini. Menjaga alam dan selalu ingat dengan pencipta, dengan mengucap syukur,” tuturnya.
Hal tersebut digambarkan Lawu Warta dengan dua buah kayon, semacam gunungan wayang. “Kayon dengan aksara jawa itu merupakan simbol dari doa, sedangkan kayon yang berwujud pohon merupakan simbol dari alam. Keduanya, bersama dengan manusia yang membawanya merupakan simbol dari keharmonisan kehidupan,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
4
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
5
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
6
BEM UI Dukung Gelombang Aksi di Berbagai Daerah, Siapkan Gerakan Lanjutan
Terkini
Lihat Semua