Membentuk Karakter, Tradisi Shalawatan Perlu Dilestarikan
NU Online · Kamis, 25 April 2019 | 10:30 WIB
Jember, NU Online
Sekretaris PCNU Jember, Pujiono Abd Hamid mengajak warga NU untuk melestarikan dan mengamalkan ajaran NU. Amalan NU seperti yasinan, tahlilan, pembacaan barzanji, wiridan seusai shalat lima waktu dan sebagainya bukan sekedar amalan biasa, namun sudah diamalkan secara turun temurun oleh para ulama NU.
“Meskipun kelihatannya kecil dan sepele, namun jika diamalkan secara istiqamah, manfaatnya luar biasa,” tukasnya saat memberikan pengarahan dalam acara Pelantikan MWCNU Kalisat di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur, Rabu (24/4).
Dosen IAIN Jember itu menambahkan, amalan-amalan NU perlu dihidupkan kembali, termasuk di kalangan remaja. Dewasa ini, katanya, budaya pembacaan barzanji, shalawatan dan sebagainya di mushalla-mushalla semakin redup, jauh jika dibandingkan dengan zaman dulu.
“Saya berpesan kepada MWCNU Kalisat dan rantingnya untuk kembali menggalakkan budaya langgaran (mushalla) itu,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah MWCNU Kalisat, KH Abd Rahman Al-Jambuany mengamini apa yang disampaikan Sekretaris NU tersebut. Amalan yang sudah mentradisi itu sesungguhnya mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda NU.
“Namun sayang, tradisi semacam itu sudah mulai berkurang seiring kemajuan zaman, dan adalah tanggung jawab kita semua untuk mengembalikannya,” urainya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua