MOPDB SMK Ma’arif, Tata Akhlak dan Pacu Prestasi
NU Online · Rabu, 17 Juli 2013 | 04:00 WIB
Yogyakarta, NU Online
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta menyelenggarakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) di SMK Ma’arif 1 Yogyakarta, Hos Cokroaminoto TR III/133 Yogyakarta, Kota, Tegalrejo, Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlansung selama tida hari, yaitu sejak kemarin, Senin (15/7) hingga Rabu (17/7).<>
Kegiatan yang diikuti oleh siswa baru sebanyak 26 orang tersebut mengusung tema “Membumikan Semangat ke Arah Kemajuan Menuju Pelajar Kreatif dan Berakhlaqul Karimah”.
“Tujuan kita tidak jauh dengan tema tapi yang lebih ditekankan adalah akhlakul karimah dan berprestasi,” ungkap Khoyrul Anwar, ketua panitia penyelenggara saat ditanya tentang tujuan penyelenggaraan MOPDB.
Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari pada pukul 07.00 hingga 12.30 itu, selain dinamika kelompok atau diskusi, para siswa juga dibekali dengan berbagai pengetahuan lewat berbagai penyajian materi. Mulai materi seputar Aswaja dank ke-NU-an, analisis diri dan sosial, leadership dan keorganisasian, akhlak mulia kepada khaliq dan makhluq, serta enterprenership.
“Masa kita mengikuti apa yang kita tidak tahu!? Jadi kira perkenalkan NU dan Aswaja sedini mungkin agar ia (para siswa baru, red.) sudah klop dengan itu,” ujar Khoyrul Anwar yang akrab disapa Anwar ini tentang alasan disajikannya materi ke-Aswaja-an dan Ke-NU-an.
Terkait materi analisis diri dan sosial serta leadership dan keorganisasian Anwar juga mengungkap berbagai alasan disajikannya kedua materi itu.
“Mengapa siswa harus diberi materi analisis diri dan sosial, biar mereka PD (percaya diri). Jadi ini untuk memupuk ke-PD-an. Kalau memang benar, mereka harus berani. Sedang materi leadership dan keorganisasian, siapa sih di dunia ini yang tidak butuh materi ini? Gunanya ya agar OSIS-nya bias berjalan, tidak tergantung pada IPNU-IPPNU. Jadi ketika siswa baru ini sudak kelas dua, dapat membangun organisasinya di sekolah,” ungkap santri Pondok Pesantren Krapyak ini.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua