November-Desember, Pelajar NU Sukorejo Terjun ke Ranting-ranting
NU Online · Selasa, 24 November 2015 | 16:01 WIB
Kendal, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Jawa Tengah mengadakan kegiatan Turba (turun ke bawah) ke ranting-ranting.
<>
Terhitung sejak awal Nopember hingga awal Desember nanti, para pengurus dipersiapkan untuk mendekatkan diri terhadap ranting-ranting yang jumlahnya 18 ranting. Agenda ini dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Ahad sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sekretaris IPNU Sukorejo, Sukron, menerangkan bahwa kegiatan ini nantinya sebagai wujud konsistensi Pimpinan Anak Cabang untuk membangun silaturahim antara PAC dengan ranting guna membangun karakter kader yang disiplin dan sosialis.
“Agenda ini sangat dibutuhkan bagi PAC dan ranting. Karena selain mempererat silaturahim, juga sebagai wujud kaderisasi dan regenerasi kader,” ujarnya.
Selain itu, tambah Sukron, di zaman yang serba digital ini, banyak pelajar yang terbuai dengan teknologi dan internet. Sehingga timbul rasa malas dan enggan untuk ber-organisasi.
“Pelajar-pelajar sekarang ini sudah sangat dimanjakan dengan teknologi, namun banyak yang malas berorganisasi,” tutur Mahasiswa STEKOM Kendal ini.
Budi Irwanto, Ketua IPNU Sukorejo menyampaikan komitmennya dalam membangun komunikasi terhadap ranting maupun komisariat.
“Kita selalu berusaha konsisten terhadap apa yang telah kita wacanakan dalam Proker (Program Kerja),” ujar Budi.
Budi juga menambahkan, dirinya bersama pengurus IPNU-IPPNU Sukorejo akan selalu mengawal kaderisasi hingga masa khidmat berakhir.
“Tahun 2016 nanti masa khidmat berakhir, namun sebelum itu, kita kawal kaderisasi guna menerbitkan kader-kader baru yang handal. Kita adakan Lakmud dan Pelatihan-pelatihan guna menyokong kesuksesan kaderisasi.”
Tandas Alumni STAINU Temanggung ini. Perlu diketahui, Sukorejo merupakan Kecamatan dengan masyarakat mayoritas NU dengan jumlah ranting 18 dan 4 komisariat IPNU-IPPNU, oleh sebab itu dibutuhkan kerja keras dan kerja ekstra untuk mempertahankan eksistensi masing-masing ranting yang jumlahnya tidak sedikit tersebut.
“Perlu terobosan-terobosan dan strategi yang matang untuk ranting yang jumlah dan anggota banyak.” Tutup Budi. (Skn/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
4
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
5
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
6
Rencana Kenaikan BBM Subsidi, MTI Usul Pemerintah Siapkan Transportasi Umum Murah
Terkini
Lihat Semua