Daerah

Pascabanjir Balangan Kalsel, BPBD Sebut Kondisi Berangsur Normal

NU Online  ·  Sabtu, 3 Januari 2026 | 18:00 WIB

Pascabanjir Balangan Kalsel, BPBD Sebut Kondisi Berangsur Normal

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi (kedua dari kiri) menyampaikan perkembangan terkini pascabanjir saat konferensi pers, Sabtu (3/1/2026) (Foto : Istimewa)

Balangan, NU Online 

Penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan terus dilakukan. Hingga Sabtu (3/12/2025) berdasarkan laporan terbaru, kondisi di wilayah terdampak menunjukkan perkembangan positif dan secara bertahap bergerak menuju tahap normalisasi.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi menyampaikan bahwa hingga saat ini Posko BPBD Balangan masih beroperasi untuk menjalankan fungsi koordinasi, komando, serta pelayanan kepada masyarakat dan seluruh pihak terkait.

 

"Posko BPBD tetap kami operasikan untuk memastikan koordinasi penanganan berjalan optimal, termasuk dukungan logistik bagi masyarakat terdampak maupun petugas di lapangan,” ujar Rahmi saat konferensi pers.


Ia menjelaskan, BPBD Balangan terus memberikan dukungan logistik, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dapur umum, baik bagi warga terdampak maupun petugas penanganan bencana. Dukungan tersebut dilaksanakan melalui dapur umum serta dapur MBG yang telah dikerjasamakan.


Terkait penyaluran bantuan, Rahmi menegaskan bahwa seluruh bantuan yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Balangan maupun pihak lainnya disalurkan secara terkoordinasi melalui Posko Kecamatan Tebing Tinggi dan Posko Kabupaten Balangan.

 

“Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama aparat kecamatan dan desa agar bantuan dapat diterima secara merata oleh korban maupun warga terdampak,” jelasnya.


Selain penyaluran logistik, BPBD Balangan bersama petugas gabungan juga masih melaksanakan kegiatan pembersihan di berbagai fasilitas mulai dari fasilitas umum, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga ruas jalan dan jembatan.

 

"Untuk wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, proses pembersihan rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan telah mencapai hampir 95 persen. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas gabungan dari berbagai unsur," katanya.

 

Ia mengungkapkan bahwa kondisi sosial masyarakat pasca banjir di Kabupaten Balangan berangsur pulih. Pemenuhan kebutuhan dasar hingga aktivitas harian warga mulai kembali berjalan normal.

 

“Kondisi sosial masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari, saat ini sudah berangsur normal. Warga mulai kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa,” ungkap Rahmi.

 

Ia juga menyampaikan bahwa status tanggap darurat direncanakan berakhir pada hari ketujuh. Selanjutnya, penanganan akan memasuki tahap transisi menuju pemulihan, berdasarkan hasil pendataan dan penilaian tingkat kerusakan.

 

"Berdasarkan data terakhir Rabu, (31/12/2025) sebanyak 4.156 rumah terdampak banjir, dengan 4.185 kepala keluarga dan total 13.531 jiwa yang tersebar di lima kecamatan. Untuk Kecamatan Tebing Tinggi tercatat sebanyak 211 rumah mengalami rusak ringan, 199 rumah rusak sedang, dan 37 rumah rusak berat," terangnya.

 

Sementara di Kecamatan Halong, terdapat satu tempat ibadah mengalami rusak ringan serta tujuh rumah warga mengalami rusak berat.

 

"Pada tahap transisi menuju pemulihan, Pemerintah Kabupaten Balangan juga akan melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan yang terdampak kerusakan akibat banjir," jelasnya


Ia mengatakan bahwa BPBD Balangan akan terus melakukan peninjauan langsung ke lapangan hingga hari terakhir masa tanggap darurat guna memastikan kondisi wilayah terdampak dan menentukan langkah lanjutan, termasuk penghentian status tanggap darurat di Kabupaten Balangan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang