Karawang, NU Online
Terus berkembangnya pemakaman elit di Kabupaten Karawang mendapat sorotan tajam dari kalangan elit agama yang ada di Kabupaten Karawang, seperti yang disampaikan oleh Rais Syuriyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Karawang KH Hasan Nuri Hidayatullah.<>
"Pihak berwenang dalam hal perizinan selayaknya lebih mengedepankan aspek peningkatan taraf hidup bagi masyarakat, dibandingkan hanya sekedar memfasilitasi penguburan mayat bagi orang-orang kaya yang lebih memiliki kesan mubadzir," tegas kiai yang akrab disapa Gus Hasan ini.
Selain itu Wakil Sekretaris PCNU Karawang H Ahmad Fauzi, juga menyampaikan, harus dikaji ulang soal madarat dan manfaatnya atas keberadaan sejumlah pemakaman mewah dan kemungkinan bakal terus bertambah pemakaman-pemakaman elit di Kabupaten Karawang.Â
"Jadi harus dikaji ulang kebijakan pemerintah tentang pemakaman mewah di Kabupaten Karawang, pemakaman mewah sebenarnya sah-sah saja, hanya ketika sudah menjadi bisnis dan ekspansi terus menerus akan berdampak kurang baik bagi masyarakat, diantaranya melunturkan nilai-nilai nasehat yang sesungguhnya terkandung dalam sebuah kematian, karena hakikatnya kematian adalah suatu nasehat, kesenjangan sosial di tengah tidak sedikitnya masyarakat yang masih jauh dari kategori hidup layak. Disisi lain, tanah di Kabupaten Karawang yang sedia-nya bisa menjadi lahan yang dapat membantu mengangkat harkat ekonomi menjadi menipis peluangnya," terangnya.
Karenanya, tambah Fauzi, sikap NU Karawang atas pemakaman mewah tersebut, pertama menegur Pemkab Karawang tentang perizinan akan hal itu, karena tidak efektif dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan perekonomian keumatan, kedua jangan jadikan Karawang hanya sebagai pemakaman mayat orang-orang kaya, ketiga pemakaman mewah akan menghilangkan esensi makna kematian (tadzkirotul maut).Â
"Keempatnya, banyaknya spekulan bisnis ini yang ke depan akan merubah mind-set umat tentang wakaf bagi pemakaman umum, dan kelima nilai-nilai Islam dalam hal kerukunan umat akan terganggu karena kesenjangan strata sosial," tegasnya. (ahmad syahid/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua