Pelajar Qudsiyah Kudus Belajar Kaligrafi kontemporer
NU Online · Kamis, 23 Desember 2010 | 04:48 WIB
Liburan sekolah biasanya dijadikan sebagai hari santai para pelajar. Namun, pelajar MA Qudsiyah Kudus lebih memanfaatkan untuk menambah ilmu ketrampilan di luar mata pelajaran. Sekitar 40 siswa yang sebagian santri Ma’had Qudsiyah Kudus mengikuti kegiatan latihan kaligrafi, mulai Ahad hingga Jum’at (24/12) besok.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula Ma'had Qudsiyyah Kerjasan Kudus ini , mendatangkan seorang kaligrafer Muhammad Syamsul Huda serta dua seniman lukis dari Komunitas PAKU (Perupa Kudus), yakni Cipto Santo dan Saryono untuk member i bimbingan dan pelajaran mengenai tehnik-tehnik dasar kaligrafi arab dengan berbagai jenisnya termasuk pula yang berkaitan dengan pewarnaan dan seni memperindah sebuah karya kaligrafi.<>
Wakil Direktur Ma'had Qudsiyyah, H Yusrul Hana, mengungkapkan, konsep kegiatan ekstra dalam mengisi liburan kali ini memang sengaja diisi dengan kaligrafi. Tujuannya, tak lain adalah untuk mengasah kemampuan seni santri.
“Kita melibatkan para seniman seni rupa, karena kita berusaha mengkombinasikan kaligrafi klasik dengan kaligrafi kontemporer,” paparnya.
Para santri, ujar Gus Hana, dibimbing para seniman untuk mendalami kaligrafi kontemporer. Dimana dalam prakteknya memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai media mengekspresikan seni tersebut seperti gabus limbah kulkan dan kaca-kaca bekas.
“Melalui kegiatan ini, potensi para santri tergali sekaligus menjadi salah satu bekal kretivitas mereka dikemudian hari. Tak menutup kemungkinan melalui kegiatan ini akan menjadikan mereka mandiri dengan kemampuan kaligrafinya.” harapnya seraya menambahkan karya anak tersebut nantinya juga akan diikutkan dalam even-even pameran.
Salah satu peserta, M Rifa'i menuturkan, kegiatan ini sangat mendidik sekaligus menyenangkan. “Ini adalah kegiatan yang mengasikkan,” terangnya.(adb)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua