Pelaku Teror Bukan Monopoli Pemeluk Agama Tertentu
NU Online · Selasa, 19 Maret 2019 | 13:05 WIB
Jember, NU Online
Terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dikutuk dan menjadi musuh bersama. Sebab aksi teror telah memakan banyak korban tidak berdosa, dan selalu menghantui ketenangan hidup masyarakat.
Demikian diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember, KH Muis Shonhaji saat memberikan sambutan dalam acara Doa Bersama Lintas Iman bagi Korban Teror New Zealand di Pesantren As-Syafa’ah, Kebonsari, Jember, Jawa Timur, Senin (18/3) malam.
Menurutnya, aksi teror bisa datang dari mana saja, bukan menopoli pemeluk agama tertentu. Karena itu, tiada jalan lain kecuali mengokohkan persatuan dan kesatuan baik dalam satu agama maupun antar lintas agama.
“Kita papra tokoh agama harus mewaspadai bersama. Pemeluk agama apapun, kita mesti bersatu untuk memerangi terorisme,” tukasnya,
Gus Muis, sapaan akrabnya, selain mengutuk kejadian yang memakan korban puluhan orang itu, juga mengaku salut atas sikap kepolisian setempat yang begitu sigap menidak pelaku teror, bahkan begitu cepat mengajukannya ke meja hijau.
“Itu biar memberikan efek jera kepada para teroris lainnya,” lanjutnya.
Gus Muis juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk selalu waspada terhadap aksi teror. Sebab pelaku teror tidak mengenal waktu jika ingin melaksanakan aksinya. Ia juga memberikan aprersiasi kepada kepolisian Indonesia yang kerap kali berhasil melakukan upaya preventif terhadap aksi teror. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua