Pendekar Pagar Nusa Kubu Raya Diingatkan Berikan Sumbangsih untuk NU dan Bangsa
NU Online Ā· Jumat, 19 Juni 2020 | 01:00 WIB
Ujian Kenaikan Pangkat pendekar Pagar Nusa di di Pondok Pesantren Hidayatul Mukhsinin, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: NU Online/Siti Maulida)Ā
Siti Maulida
Kontributor
Kubu Raya, NU Online
Pendekar sebagai bagian tidak terpisahkan dari negeri ini kontribusinya selalu ditunggu bagi perbaikan bangsa. Sedangkan mereka yang terhimpun dalam Pagar Nusa juga sangat diharapkan memberikan sumbangsih bagi Nahdlatul Ulama.Ā
Ā
Penegasan ini disampaikan Khotibul Umam pada acara Ujian Kenaikan Tingkat atau UKT akbar yang digelar Pondok Al-Khoziny serta dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mukhsinin, Kubu Raya, Kalimantan Barat.Ā
Ā
āKontribusi pendekar Pagar Nusa selalu diharapkan untuk terus berkhidmat dengan cinta kasih serta akhlakul karimah kepada negara dan Nahdlatul Ulama,ā katanya, Kamis (18/6). Dengan keikhlasan dan kesungguhan berkhidmat, berkah para kiai bercucuran menemani aktivitas sehari-hari, lanjutnya.
Ā
Pada kesempatan tersebut, Khotibul Umam juga menceritakan pengalamannya. Semakin serius berkhidmat, berkah kian mengalir dan rejeki yang didapatkan juga demikian. Sebaliknya, jika semangatnya kendor, maka rejekinya pun ikut menurun.Ā
Ā
āPercayalah berkah para masayikh kita tidak akan pernah habis. Berkhidmat di Pagar Nusa, berkhidmahĀ di NU jangan takut menjadi miskin. Rejeki akan terus mengalir, jika kita ikhlas dan sungguh-sungguh,ā ujarnya.
Ā
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendekar Pagar Nusa tidak pernah diajari kekerasan. Melainkan harus selalu mempergunakan kekuatan selaras dengan akal dan hati nurani, agar selalu toleran dan ringan tangan dalam membantu serta melindungi tanpa membedakan.Ā
Ā
āPendekar Pagar Nusa tidak ugal-ugalan, anarkis dan tetap sowan kepada para kiai,ā tegasnya.
Ā
UKT akbar dihadiri Ketua Padepokan Al-Khoziny Kalimantan Barat,Ā Khotibul Umam, Saprian, Sayful Adhim, Hoiri, Yahya huzainy, Yusuf dan Topan.
Ā
Kegiatan bertujuan untuk membentuk karakter seorang pesilat yang tidak arogan dan bisa beradaptasi di masyarakatnya serta selalu istikamah dalam beribadah.
Kegiatan juga dihadiri Pengurus Wilayah Pagar Nusa Kalimantan Barat yaitu Winarno, guru besar Perguruan Pari Kesit Jumadi, dan Rohim selaku Ketua Wilayah Perguruan Gasmi. Empat pondok pesantren juga turut meramaikan dan menjadi peserta pada UKT padepokan Al- Khoziny yakni, Pesantren Darul Ulum, Darun Nasyiin, Hidayatul Mukhsinin dan Ainul Yaqin.
Ā
Kontributor: Siti Maulida
Editor: Ibnu Nawawi
Ā
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua