Pengurus Baru IPNU-IPPNU Batang Gunakan 'Natas Nitis Netes' dalam Berkhidmah
NU Online Ā· Senin, 31 Agustus 2020 | 01:30 WIB
Batang, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Batang, Jawa Tengah periode 2020-2022 Saripudin mengatakan, dalam berproses dan berkhidmah di Ā gerbang Nahdlatul Ulama harus dirancang, dikembangkan, dan dikelola secara kritis dinamis.
Ā
"Ini harus kita lakukan untuk menciptakan suasana yang dinamis dan proses yang relevan sesui dengan perkembangan zaman," tegasnya.
Ā
Hal tersebut disampaikan kepada NU Online usai dirinya dilantik pada sabtu malam (29/08) di Aula Kantor Pemerintah Kabupaten Batang.
Ā
Dikatakan, IPNU-IPPNU harus bisa memilih dan memilah profesi dan keahlian apa sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai kehadiran kader IPNU-IPPNU justru menimbulkan kesulitan di tengah-tengah masyarakat.
Ā
āSebagai Pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Ā harus mampu bisa memilah dan memilih, mana spesifikasi keahlian anggota maupun kader dan mana yang lebih dibutuhkan masyarakat, jangan sampai mempelajari sesuatu dan memberikan sesuatu yang nantinya justru menimbulkan kesulitan,ā ucapnya.
Ā
Disampaikan, kualitas keilmuan yang mumpuni juga menjadi poin penting, sehingga dibentuklah lembaga yang sesuai dengan skill yang dimiliki anggotanya, seperti salah satu lembaga yang sangat luar biasa yaitu jurnalistik.
Ā
ākawan-kawan jurnalistik yang langsung tanggap dalam melaksanakan tugas juga salah satu dakwah media sosial dengan begitu apik dan luar biasa,ā ungkapnya.
Ā
Saripudin menjelaskan makna dari tagline 'Natas Nitis Netes' yang berada di logo Media Pelajar NU Batang diambil dari pepatah Jawa yang memiliki makna kata yang luas.
Ā
āNatas yang berarti mbabat atau inovasi, nitis yang berarti merawat atau istiqamah dalam menjalankan tradisi Ahlussunah Wal Jamaah,ā terang Syarif.
Ā
Sedangkan Netes sambungnya, berarti melahirkan, melahirkan generasi baru dan hal-hal baru untuk generasi selanjutnya, sebagaimana citra diri IPNU-IPPNU sendiri yakni organisasi kaderisasi yang harus bisa melahirkan kader-kader yang memiliki cakrawala berfikir dan keilmuan yang luas.
Ā
āBegitupun makna pelajar NU Batang, di mana lambang NU menggambarkan daun jati. Pohon jati adalah pohon yang tumbuh subur di Batang yang Juga melambangkan kekukuhan, karena bisa tumbuh di tanah yang tandus sekalipun," tambahnya.
Ā
Menurutnya, perjalanan yang berliku dan berbagai kesulitan serta kendala harus bisa dikonstruksikan kader IPNU-IPPNU menjadi semangat dalam berproses dan tidak ada alasan untuk mundur.
Ā
"Hal ini sebagai bentuk wujud khidmah kita menjadi pengurus di IPNU maupun IPPNU Batang," pungkas Syarif.
Ā
Ketua PC IPPNU Batang Maulinatus Solikhah mengatakan, prinsip IPNU IPPNU tak akan lepas dari meneguhkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-nahdliyah.
Ā
āSesuai dengan tema pelantikan āGerakan Kolektif Membangun Kualitas, Loyalitas, dan Solidaritasā, IPNU dan IPPNU harus berjalan bersama, bersinergi membangun pelajar NU Batang yang berkualitas,ā ungkapnya.
Ā
Salah satu tanggung jawab IPNU-IPPNU lanjutnya, adalah menyebarkan pesan-pesan kebaikan apalagi di era pandemi seperti ini semua kegiatan dilakukan dari rumah dan menggunakan media sosial.
Ā
āIni adalah kesempatan kita untuk dapat masuk ikut serta mengawal pendidikan dan pembelajaran dengan gaya yang kreatif di media sosial. Untuk merealisasikannya, teknologi dan media sosial adalah salah satu jalan perjuangan jihad menyampaikan pesan kebenaran," pungkasnya.
Ā
Kontributor: Ā Rahman Jaya
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua