Jepara, NU Online
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pimpinan Cabang IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara menyelenggarakan Ngaji Kebangsaan. Kegiatan sebagai rangkaian peringatan hari lahir ke-64 IPNU, dan dilaksanakan di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (24/2) malam.
Hadir sebagai pembicara H Muhammad Arwani Thomafi (Anggota DPR RI), AKBP Bambang Murdoko (Wadir Binmas Polda Jateng) dan H Mohamad Arja Imroni (Sekretaris PWNU Jateng). Kegiatan dipandu Abu Hasan dari PW IPNU Jateng.
Pada kegiatan yang bertajuk Pelajar Santri Membangun NKRI itu Arwani Thomafi menjelaskan bahwa pesantren lewat para tokohnya sebagai kalangan yang mempelopori kemerdekaan Indonesia.
Sekarang ini, terang pria yang akrab disapa Gus Aang itu setelah merdeka tantangannya malah kian dahsyat. Ia menyebut fenomena penyelundupan narkoba termasuk dampak negatif perkembangan teknologi dan informasi menjadi ancaman tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sehingga peran IPNU untuk membentengi dengan ilmu-ilmu pengetahuan sangat diperlukan. Sehingga akan menjadi kader-kader yang tangguh dan siap perang,” katanya.
Di samping itu dia yang sebagai anggota dewan menyatakan bahwa peran legislatif dalam membangun NKRI terdiri dari fungsi anggaran, legislasi dan pengawasan kebijakan pemerintah.
Kesempatan itu dicontohkan sekarang ini DPR sedang menggodok RUU tentang pendidikan keagamaan. Harapan dari RUU itu nantinya pesantren harus bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Sedangkan Bambang Murdoko mengatakan bahasa dan budaya kita sangat tidak terbatas dan harus dijaga. “Rakyat Indonesia semakin mulai makmur dan mengalami kemajuan,” katanya. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya kuota haji yang daftar kemudian meningkatnya penjualan sepeda motor dan mobil, lanjutnya.
Untuk itu Bambang menekankan agar bangsa ini jangan sampai terpecah belah. “Karena kita adalah bhinneka tunggal ika sehingga harus tetap senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tambahnya.
Mohamad Arja Imroni mengungkapkan santri berkewajiban membangun bangsa yaitu dengan mempelajari Islam Aswaja dan Nusantara.
“Jika ada kekhawatiran akan hancurnya NKRI itu tidak akan terjadi. Sepanjang NU dan Islam Nusantara masih ada, insya Allah Indonesia tetap damai sentosa,” tegasnya.
Akademisi UIN Walisongo Semarang itu melanjutkan tugas santri saat ini adalah mendengar dan menerima pesan ilmu dari guru dengan baik, baru kemudian diamalkan dan disebarkan kepada masyarakat secara luas.
Setelah itu tugas santri berikutnya harus serius dalam belajar dan mengaji sehingga kedepannya bangsa ini berada di tangan IPNU dan santri menjadi lebih baik. Untuk itu para santri dan pengurus IPNU maupun IPPNU se-Jawa Tengah harus menjaga ketahanan pribadi dari godaan yang akan menghancurkan masa depan.
“Jangan berpacaran dulu, jangan mendekati narkoba dan sejenisnya dan tetap menjaga akhlakul karimah,” pungkas Arja. (Syaiful Mustaqim/Ibnu Nawawi)