Jakarta, NU Online
Kondisi kekinian Indonesia sudah memasuki era digital. Perkembangan teknologi tidak bisa lagi dibendung. Hal ini menuntut publik untuk terlibat aktif memanfaatkannya agar tidak tertinggal.
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat mengangkat tema Becoming Online and Offline Influencer pada Pelatihan Kader Lanjut Angkatan II yang digelar di Balai Pelatihan Kementrian Desa, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis-Ahad (1-4/3).
“Dalam dunia maya, kita ditutut untuk mengimbangi perkembangan teknologi. Sementara dalam dunia nyata, peserta PKL ini dituntut juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” kata Abdurrahman Wahid, Ketua PC PMII Ciputat, kepada NU Online di sela kegiatan, Ahad (4/3).
Pengejawantahannya, para peserta dituntut mengunggah video dengan narasi yang disusun sendiri berisikan ringkasan atas materi yang telah diterima. Video singkat diunggah di akun Instagram masing-masing dengan menggunakan tanda pagar #pklpmiicabangciputat2018.
"Peserta sangat pro aktif dan ketertarikan penuh terhadap isi materi. Hal tersebut dibuktikan setiap peserta mengunggah video review materi di akun Instagram dengan hashtag #pklpmiicabangciputat2018,” ujar Wahid Hasyim, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Ciputat.
Tercatat, sejauh ini terdapat 45 kiriman video yang menggunakan tagar tersebut. Pemilik akun @anandaditta, misalnya, mengunggah video bertemakan media sosial. Dalam video singkatnya, Sekretaris PMII Komisariat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi tersebut menjelaskan fungsi media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks. Padahal media sosial semestinya menjadi ajang pertukaran informasi.
Dengan adanya hoaks tersebut, tentu saja masyarakat resah. “Jadi, mulai sekarang, bijaklah menggunakan media sosial,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum Arif Fadilah mengungkapkan bahwa kaderisasi sangat penting untuk diikuti. Bukan sekadar sebagai suatu kebanggaan dan prestasi pribadi telah mengikuti kaderisasi hingga tuntas.
“Lebih dari itu, kaderisasi menjadi sebuah kewajiban guna meneruskan tongkat estafet kepengurusan di masing-masing wilayah" ujar Arif yang menjadi salah satu peserta. (M Syakir/Ibnu Nawawi)