PMII Kudus Gelisahkan Kearifan LoKal Terlupakan
NU Online Ā· Ahad, 30 Januari 2011 | 10:56 WIB
Semakin tenggelamnya tradisi maupun budaya lokal di kalangan masyarakat, mengundang kegelisahan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia (PMII) kabupaten Kudus. Jumāat (28/1) malam, organisasi mahasiswa ekstra kampusĀ ini mengadakan pagelaran musik bambu dan jagongan gayeng kebudayaan bertema ākearifan lokal yang terlupakanā bertempat di Olah-olah Padepokan Seni Kudus.
Tampil sebagai pembicara, Dosen Universitas Muria Kudus Widjanarko, ketua Dewan kesenian Kudus (DKK) Aris Junaidi, wartawan suara merdeka Aditya Armetriyanto dan anggota DPRD Kudus Mawahib Afkar.<>
Ketua PC PMII Kudus Amir FaisolĀ mengatakan banyak kearifan lokalĀ telah terberangus globalisasiĀ sehingga mengakibatkan kearifan lokal banyak yang hilang dan tidak dikenal masyarakat. Bahkan sekarang ini generasi muda termasuk anak-anak memiliki kecenderungan mengenal budaya luar dibanding budayanya sendiri.
āKalau kita tidak ingin generasi sekarang dijajah budaya luar terus, mari kita membangkitkan kembali keraifan lokal yang pelan-pelan mulai hilang ini dengan mempertahankannya,ākatanya saat menjadi moderator.
Menurut Faisol, pihaknya memperhatikan kebudayaan lokal merupakan salah satu gerakan PMII dalam mewujudkanĀ peradaban masyarakat. āKebudayaan menjadi prioritas PMII karena kebudayaan mampu membentuk kehidupan masyarakat lebih arif ,penuh etika dan estetika,ā tandasnya.
Acara yang dihadiri ratusan aktifis PMIIĀ dan sejumlah pekerja seni itu, dipentaskan musik bambuĀ yang dimainkan komunitas Empu Palman dari Kalinyamatan Jepara. Selain itu juga, ada pembacaan puisi dari pegiat teater PMII Kudus.(adb)
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
4
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Listrik, PCNU Minta Perhatian Serius
Terkini
Lihat Semua