Polda Lampung Ajak NU Tetap Aktif Jaga Kedamaian dan Keamanan
NU Online · Sabtu, 10 Maret 2018 | 04:00 WIB
Sebagai Ormas keagamaan terbesar di Lampung, Karo Ops Polda Lampung, Yosi Hariyoso mengajak NU Lampung untuk tetap aktif dalam ikut serta menjaga kedamaian dan keamanan di Provinsi Lampung.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dialog pada Konferwil ke-10 PWNU Lampung yang dilaksanakan di komplek Pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah, Jumat (9/3).
Wujud peran jamiyyah NU dalam menjaga stabilitas keamanan di Lampung dapat dilakukan dengan senantiasa menjadi teladan dalam kemajemukan masyarakat. Selain itu, jamiyyah NU dalam hal ini warga NU juga diharapkan mampu menjadi penengah dalam konflik yang ada ditengah-tengah masyarakat.
"Warga NU harus mampu menjadi pemersatu masyarakat dan berperan aktif dalam menangkal paham radikal serta intoleran yang saat ini mulai banyak muncul menyebabkan disintegrasi bangsa," ajaknya kepada peserta Konferwil yang berasal dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung
Saat ini menurut Yosi, konflik mudah sekali disulut melalui canggihnya perkembangan media informasi teknologi khususnya media sosial. Oleh karenanya ia mengingatkan agar semua elemen bangsa untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.
"Jangan berbicara sebelum mengetahui pasti kebenarannya. Jangan menjawab pertanyaan sebelum tahu pasti jawabannya. Kita harus berhati-hati di media sosial," ingatnya.
Saat ini fenomena konflik di media sosial sudah semakin meningkat. Semua itu menurutnya dipicu oleh berbagai sebab diantaranya karena faktor kebodohan, fanatisme golongan, keterlibatan orang luar dan tidak mengerti duduk permasalahan.
Hal senada juga dikatakan anggota Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah Lampung Suryo Mulyono yang juga menjadi narasumber pada kegiatan dialog tersebut. Ia mengajak warga NU untuk tidak terpancing oleh gerakan-gerakan yang memanfaatkan NU untuk menyukseskan gerakan mereka.
"Pemikiran radikal dan intoleran saat ini menjadi permasalahan dalam menegakkan kedamaian dan keamanan di masyarakat. Kurang kesadaran dan kurang pemahamanlah yang membuat orang memiliki pemikiran radikal," katanya. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
Terkini
Lihat Semua