PWNU Gorontalo Instruksikan Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Peduli Lingkungan
NU Online · Senin, 11 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Suasana Rapat Pleno PWNU Gorontalo. Salah satu kebijakan yang diputuskan ialah Instruksi Kebijakan Internal tentang Krisis Iklim dan Penanggulangan Sampah Plastik. (Foto: dok. PWNU Gorontalo)
M Fathur Rohman
Kontributor
Gorontalo, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo mengeluarkan instruksi resmi untuk menggalakkan gerakan bebas sampah plastik dan meningkatkan kepedulian lingkungan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis iklim dan persoalan sampah yang dinilai semakin mengancam kelestarian alam, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Wakil Sekretaris PWNU Gorontalo Abdul Kadir Lawero berharap, instruksi ini menjadi gerakan bersama yang memberi manfaat luas.
"Harapannya instruksi ini dapat segera dijalankan. PWNU Gorontalo sebagai ormas keagamaan telah memberikan teladan," ujarnya melalui rilis yang diterima NU Online, Senin (11/8/2025).
Baca Juga
Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo
PWNU Gorontalo menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan (khalifah fil-ardh) sekaligus wujud komitmen kebangsaan.
"PWNU Gorontalo menargetkan lahirnya budaya hidup bersih, bebas sampah plastik, dan lingkungan yang lebih lestari di Gorontalo," kata Abdul Kadir, dalam rilis tersebut.
Sikap ini sejalan dengan berbagai keputusan penting NU, antara lain Muktamar NU 1994 yang menegaskan kewajiban menjaga lingkungan, Muktamar NU 2021 yang menyoroti peran NU dalam mengatasi perubahan iklim, serta Munas NU 2019 yang membahas dampak sampah plastik terhadap ekosistem.
Instruksi ini disepakati melalui Rapat Pleno PWNU Gorontalo pada 15 Juli 2025 dan ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, badan otonom, pondok pesantren NU, serta warga Nahdliyin di Gorontalo. Beberapa poin penting di antaranya.
Pertama, menghindari penggunaan plastik sekali pakai dalam seluruh kegiatan PWNU. Kedua, menyiapkan kebijakan dan perangkat pendukung, seperti wadah makanan dan minuman yang dapat digunakan kembali.
Ketiga, mengedukasi masyarakat dan jamaah tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya kebersihan lingkungan sesuai ajaran Islam. Keempat, menerapkan pola hidup ramah lingkungan dalam aktivitas organisasi dan kemasyarakatan.
Kelima, menggalakkan literasi lingkungan bagi warga NU. Keenam, meminta LPBINU dan RMINU PWNU Gorontalo melaporkan implementasi program secara berkala, Ketujuh, mengadakan kegiatan lingkungan di tingkat PCNU, lembaga, dan badan otonom.
Kedelapan, menjalin kerja sama dengan pemerintah, organisasi lingkungan, akademisi, dan komunitas. Kesembilan, menggelar seminar, pelatihan, dan kampanye yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Instruksi tersebut ditandatangani Rais Syuriah PWNU Gorontalo KH Burhanudin Umar, Katib Syuriyah KH Abdullah Aniq Nawawi, Ketua Tanfidziyah H Ibrahim T Sore, dan Sekretaris Tanfidziyah Arkan Karim.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
6
Pesantren Didorong Jadi Benteng Perlindungan Anak dan Perempuan di Tengah Perkembangan AI
Terkini
Lihat Semua