Ribuan Santri Sambut Tahun Baru dengan Pawai Obor
NU Online · Selasa, 11 September 2018 | 10:30 WIB
Subang, NU Online
Tidak kurang 1.440 santri dari Pesantren Darusalam dan Ulumul Quran, MI Simpar, PAUD dan MD Al-Hidayah Desa Simpar Kecamatan Cipunagara, Subang, Jawa Barat menyambut tahun baru hijriyah dengan pawai obor keliling desa. Hal tersebut dilakukan secara tertib dan khidmat sambil menyanyikan lagu-lagu islami.
"Kegiatan ini dibuat agar generasi selanjutnya tidak hanya kenal dengan tahun baru masehi,” kata H Amir Syarifudin, Senin (10/9).
Baginya, masyarakat juga harus bisa kenal dengan tahun hijriyah. “Sebab tidak sedikit saat ini orang hanya kenal dengan tanggal yang ada dalam kalender masehi saja dan lupa dengan tanggal di kalender hijriyah," kata Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama ini.
Anggota jamiyah Tahsin tersebut menambahkan, momentum tahun baru hijriyah mestinya dijadikan bahan muhasabah sekaligus motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Oleh sebab itu panitia menggelar puncak kegiatan dengan doa bersama dan istighatsah di Alun-alun Desa Simpar,” ungkapnya.
Usai peserta pawai, langsung masuk ke Alun-alun Desa Simpar dan bergabung dengan masyarakat lain yang sudah menunggu untuk melaksanakan istighatsah dan dzikir bersama.
Dengan istigatsah ini, kata dia, diharapkan bisa membawa berkah bagi para santri, ustadz, orang tua, masyarakat dan Desa Simpar pada khususnya serta NKRI pada umumnya. “Sehingga bisa menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harapnya.
Istigatsah dipimpin KH Saefulloh Hidayah selaku pengasuh Pesantren Darussalam dan H Abi Humaedi yang juga pengasuh Pesantren Ulumul Qur'an.
Kegiatan terselenggara atas kerja sama Pemdes Simpar, DKM Al-Hidayah, Jamiyah Tahsin, Gerakan Pemuda Ansor dan karang taruna ini. Tampak hadir Camat dan Muspika Cipunagara. (Aiz Luthfi/Ibnu Nawawi)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
Terkini
Lihat Semua