Santri Jadi Panutan dalam Memahamkan Masyarakat Perihal Keagamaan
Senin, 20 Juni 2022 | 09:30 WIB
Muhammad Salim
Kontributor
Garut, NU Online
Teknologi informasi makin berkembang. Masyarakat dapat mengakses informasi apa saja dari perkembangan tersebut, tidak terkecuali tentang pemahaman keagamaan.
Kondisi itu secara tidak langsung menjadi tantangan tersendiri bagi kaum santri, bahwa santri harus bisa mengarahkan masyarakat terhadap pemahaman agama yang benar dan utuh.
Karenanya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat KH Atjeng Abdul Wahid dalam peringatan haul ke-16 KH Muhammad bin Syaikhul Masyaikh Asy Syekh Muhammad Umar Bashri (ayahandanya) menyampaikan bahwa 'kitabnya' masyarakat awam adalah santri.
Baca Juga
Ketika Santri Ditilang Polisi
Menurutnya, sejak zaman dahulu, 'kitabnya' masyarakat awam adalah santri. Artinya santri menjadi tuntunan masyarakat. Sejatinya menjadi santri memang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang mulia), disiplin. Ini yang menjadi daya tarik masyarakat menjadikan santri sebagai panutan.
Akhlak mulia tersebut tidak sekadar bisa dilihat dari perilaku santri, tapi juga tutur katanya yang lembut dan sopan. Hal ini menurut Atjeng Wahid mencerminkan ilmu yang mereka peroleh, sehingga masyarakat akan mudah mengikuti dan memahami agama dari yang disampaikan para santri.
"Santri menjadi kitabnya masyarakat awam, karena masyarakat menyukai tutur kata dan perilaku para santri. Sehingga ketika para santri menyampaikan pemahaman agama akan utuh karena melihat sikap dan perilaku para santri yang dipandang oleh masyarakat memiliki ilmu agama," ujarnya di aula Pondok Pesantren Fauzan I Kp. Fauzan 05/05 Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi, Garut, Jawa Barat, Ahad (19/6/2022).
Dalam peringatan haul tersebut, hadir sesepuh sesepuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan III sekaligus Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sesepuh Pondok Pesantren Al Faaizin KH Aceng Sasan Muhammad Hasan, Sesepuh Pondok Pesantren Bidayatul Faizin Fauzan V sekaligus Wakil Rais PCNU Garut KH Aceng Nunur Qodir Nasrul Qodir.
Tampak pula Sesepuh Pondok Pesantren Mambaul Faizin Fauzan IV KH Aceng Dudum Abdussalam, Sesepuh Pondok Pesantren Mukhtarol Faizin Fauzan VII KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah, serta ribuan santri dan masyarakat yang ikut hadir dalam peringatan haul tersebut.
Kontributor: Muhammad Salim
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 4 Maksiat Hati yang Bisa Hapus Pahala Amal Ibadah
2
Khutbah Jumat: Jangan Golput, Ayo Gunakan Hak Pilih dalam Pilkada!
3
Poligami Nabi Muhammad yang Sering Disalahpahami
4
Peserta Konferensi Internasional Humanitarian Islam Disambut Barongsai di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
5
Kunjungi Masjid Menara Kudus, Akademisi Internasional Saksikan Akulturasi Islam dan Budaya Lokal
6
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Bahaya Arak keur Kahirupan Manusa
Terkini
Lihat Semua