SAS Institute di Mata Generasi Muda NU Lampung Tengah
NU Online · Jumat, 3 Agustus 2018 | 22:00 WIB
Said Aqil Siroj (SAS) Institute resmi berdiri ditandai dengan acara launching pada Rabu (1/8) malam di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat. Banyak tokoh nasional yang hadir pada acara tersebut. SAS Institute merupakan jawaban atas kondisi, keadaan dan kenyataan yang selama ini terjadi di bumi pertiwi Indonesia, baik tentang isu kenegaraan ataupun keagamaan.
SAS Institute harus mampu menjadi lokomotif gagasan generasi muda Indonesia yang selalu bergerak dan bersinergi dalam membangun bangsa dan negara, baik lintas agama, lintas etnik dan dalam bingkai keberagaman.
Harapan ini disampaikan Rahmat Basuki, salah satu generasi muda Nahdlatul Ulama yang juga penggiat Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (3/8) siang.
Berangkat dari nilai-nilai (values) pemikiran KH Said Aqil Siroj, SAS Institute mampu mengejewantahkan ide-ide beliau di seluruh Nusantara dan belahan dunia.
"Salah satu ide yang masih hangat adalah memberikan pemahaman yang baik tentang Islam Nusantara kepada masyarakat luas yang sangat heterogen. Dan yang tak kalah penting adalah tentang membumikan dunia tasawuf dalam menjawab dunia modern yang serba digital ini,” kata mantan Ketua PC IPNU Lampung Tengah ini.
Sementara itu Munir A Haris, mantan aktivis PMII Yogyakarta sekaligus penulis buku Muhammad dan Karl Max : Tentang Masyarakat Tanpa Kelas, berharap hadirnya SAS Institute menjadi tempat yang menyejukkan bagi semua kalangan generasi muda Nusantara.
"SAS Institute menjadi wadah untuk menyemai gagasan Islam Nusantara ke seluruh penjuru dunia, merekatkan kembali rasa nasionalisme, menguatkan rasa kebangsaan, melawan intoleransi, dan mencegah gejala radikalisme, sesuai dengan tagline yang diusung yakni Islam Nusantara for Peace and Tolerance," pungkas Mantan Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua