Pringsewu, NU Online
Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ustadz Munawir mengimbau umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas masyarakat dalam menjalankan ibadah ibadah keseharian di wilayahnya masing masing. Imbauan tersebut disampaikan ketika menjadi narasumber pada Dialog Ramadhan MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Pardasuka, Jumat (26/6).<>
Munawir yang juga Sekretaris MUI Kabupaten Pringsewu mengatakan bahwa kesemangatan dalam beragama (ruhuddin) jangan sampai menimbulkan konflik dan keresahan di dalam masyarakat yaitu dengan mengabaikan kesemangatan membangun agama, adab dan budaya (ruhuddin al-adabi wal hadloroh)
Menurutnya hal ini sudah mulai muncul di tengah tengah masyarakat. Beberapa orang atau kelompok tidak melihat aspek budaya, sosial dan geografis yang dipakai oleh masyarakat setempat. Munawwir mencontohkan seperti kesemangatan beragama dalam bentuk menjalankan shalat lima waktu berjamaah.
"Ketika mayoritas masyarakat adalah petani dengan kondisi geografis yang tidak memungkinkan untuk shalat jamaah awal waktu, maka kita harus memahami kondisi tersebut," katanya.
“Jangan sampai, ketika kesepakatan masyarakat daerah tersebut untuk shalat berjamaah dikacaukan oleh kesemangatan dalam shalat awal waktu dengan tiba tiba mengumandangkan adzan di masjid daerah tersebut. Itu hal yang benar tapi dilakukan dengan cara tidak baik," tegasnya
Munawwir mengatakan bahwa shalat awal waktu adalah keutamaan. Namun ketika shalat tidak dilakukan diawal waktu tidak berarti shalat seseorang akan bermasalah dan tidak sah. Karena dalam Islam waktu 1 hari sudah dibagi menjadi lima yang masing masing bagian dapat digunakan untuk ibadah shalat baik awal tengah maupun akhir waktu.
Oleh karena itu Munawwir mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap memegang konsep Islam yang telah diwariskan oleh walisongo berupa kearifan dalam memadukan Islam dan budaya. Munawir menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tertipu dengan berbagai macam aliran dan pemahaman baru, yang menawarkan konsep konsep Islam yang menafikkan budaya dan cenderung keras.
"Jangan mudah tertipu kepada pemahaman pemahaman baru yang bisa mengajak kita kepada pemahaman Islam radikal, keras dan gampang menyalahkan amaliyah amaliyah orang lain dan pada akhirnya gampang untuk saling bermusuhan dan lebih berbahaya lagi saling membunuh sesama muslim. Naudzubillahi min dzalik," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Anam)
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Amal Baik Sebelum Puasa: Saling Memaafkan dan Bahagia Menyambut Ramadhan
3
Melihat Lebih Dalam Kriteria Hilal NU dan Muhammadiyah
4
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
5
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
6
Didampingi SBY-Jokowi, Presiden Prabowo Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara
Terkini
Lihat Semua