Daerah

Sukarabic Fest 2018, Pesantren Annuqayah Juara Umum Tingkat Asia

NU Online  ·  Kamis, 13 September 2018 | 08:30 WIB

Sumenep, NU Online

Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep keluar sebagai juara umum pada ajang perlombaan Sukarabic Fest 2018 tingkat nasional dan Asia, Rabu (12/9). Salah satu pesantren tertua di Madura, Jawa Timur tersebut memborong beberapa juara.


Prestasi yang diraih meliputi juara pertama untuk sejumlah lomba yakni eksebisi Alfiyah, puisi Bahasa Arab, Musabaqah Qiraatil Kutub serta juara tiga pidato Bahasa Arab.


Ketua Al-Motayat yang sekaligus salah satu juri Sukarabic Fest 2018, Zainurridha mengungkapkan bahwa lomba debat pada dasarnya tingkat nasional. Hanya saja Malaysia berkeinginan untuk ikut serta dalam even ini.


"Awalnya, lomba ini berskala nasional, tapi karena Malaysia ingin ikut serta, maka secara otomatis lomba ini berskala Asean," katanya, Kamis (13/9).


Terpisah, pegiat Ikatan Alumni Annuqayah (IAA), Musyfiqur Rahman, yang juga langganan juara debat internasional menegaskan, keberhasilan para santri Annuqayah tidak terlepas dari keberkhidmatan mereka terhadap pesantren.


"Kunci keberhasilan santri Annuqayah adalah ketakziman terhadap dawuh kiai dan peraturan pesantren. Selebihnya adalah kerja keras dan disiplin dalam belajar serta beribadah," ungkap Musyfiq.


Lomba sendiri berlangsung selama empat hari sejak Ahad (9/9) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dipetakan ke dalam dua katagori yakni santri dan mahasiswa.


Untuk juara yang diraih santri Pesantren Annuqayah, rinciannya adalah juara I MQK Alfiyah atas nama Annatul Jamil; juara I Eksebisi Nadzam Alfiyah atas nama Atiqah el-shabah, Uzlifatul Biladina, Nailatur Rafi'ah, Shahihah, dan Zahrotun. Di samping itu, juara I Syiir Bahasa Arab, atas nama Siti Zakiyah Aji. 


Dalam lomba katagori mahasiswa, Pesantren Annuqayah juga mewarnai. Melalui Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), diraihlah juara dua debat Bahasa Arab, setelah bertemu tim Universitas Sains Islam Malaysia (Usim) A di final. Mahasiswa Instika yang diutus untuk lomba ini adalah Fitriyah, Nur Diana, dan Aminatul Kamilia.


Meskipun tidak juara pertama, para mahasiswi Instika tetap menjadi yang terbaik. Sebab, Aminatul Kamilia berhasil menembus katagori the best speaker ke-10. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang