Tambang Emas Silo Butuh Kajian Fiqih Mendalam
NU Online · Kamis, 15 November 2018 | 01:00 WIB
Jember, NU Online
Rencana penambangan emas di blok Silo, Jember, Jawa Timur harus dikaji secara mendalam, baik dari sisi fiqih maupun sosial. Sebab, jangan sampai terjadi, nafsu yang tinggi dari investor untuk mendulang emas, tapi ternyata membawa dampak yang buruk terhadap masyarakat sekitarnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris PCNU Jember, H Abdul Hamid Pujiono saat memberikan sambutan dalam Seminar dan Bahtsul Masil Istimewa Tambang Emas Silo dalam Perspektif di aula Universitas Islam Jember (UIJ), Rabu (14/11).
Menurutnya, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jember perlu membahas dan menghasilkan bahasan yang komprehensif sebagai referensi bagi masyarakat dan pengambil kebijakan untuk menentukan masa depan tambang emas blok Silo.
“Tugas kita adalah memberikan kajian dari sisi fiqih terkait dengan tambang emas di Silo,” tukasnya.
Ia mengaku yakin, tambang emas di blok Silo akan terus menjadi incaran para investor meskipun Pemkab Jember telah menolak ijin eksplorasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral RI.
“Saya yakin soal tambang emas Silo tidak berhenti sampai di sini (penolakan bupati), tapi berlanjut di masa-masa mendatang. Nyatanya berkali-kali ditolak (warga) ijinnya malah keluar,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIJ, H Abdul Hadi menegaskan bahwa issu tambang emas Silo sudah lama muncul. Bahkan sejak era Bupati Abdul Hadi rencana penambangan emas blok Silo sudah menggelinding meski masih belum masif.
“Dan sejak lama pula kita selalu buruk sangka terhadap tambang emas Silo,” ujarnya.
Oleh karenanya, Ketua Dewan Pembina Barikade Gus Dur Kabupaten Jember itu berharap agar bahtsul masail itu benar-benar menghasilkan kajian (dari sisi fiqih) yang bisa dipertannggungjawabkan, sehingga masyarakat punya sandaran secara agama dalam menyikapi tambang emas tersebut.
“Saya yakin hasil bahtsul masail ini akan menjadi perhatian publik nantinya,” urai Hadi (Red: Aryudi AR)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua