Wakil Rais NU Jatim Bekali Pemahaman Nahdliyin di Mimika Papua
NU Online · Selasa, 16 Maret 2021 | 00:30 WIB
Mimika, NU Online
Problem yang muncul dalam berorganisasi sering terjadi karena adanya bedanya pemahaman antar anggota. Ini merupakan hal umum, utamanya terjadi kepada kalangan yang baru bertemu atau mengenal kepengurusan.
Di Mimika, Papua, keberagaman pemahaman tentang NU sendiri di antara para pengurus juga terjadi lantaran berbedanya suku, pengalaman dan pendidikan. Kenyataan ini direspons Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mimika dengan mengadakan pembekalan dan penguatan Aswaja an-Nahdliyah. Materi diberikan kepada pengurus, badan otonom atau banom, lembaga dan tokoh NU setempat.
Acara yang digelar Sabtu (13/3) di gedung Fi Dzalika Kelurahan Wanagon Distrik Mimika Baru ini menghadirkan Wakil Rais Pengurus Wailayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Hisyam Syafaat sebagai pemateri. Kedatangannya ke Mimika difasilitasi Al-Adab atau Alumni Asuhan Darussalam Blokagung kerja sama dengan PCNU Mimika, Jamaah Istighatsah, dan Pondok Pesantren Darussalam Mimika.
Kehadiran KH Hisyam Syafaat ke Mimika sebagai rangkaian safari silaturahimnya di Papua dan Papua Barat dengan para alumni pesantren Darussalam Blokagung.
"Beliau ada kegiatan di Jayapura, lalu kita memohon kesediaan ke Mimika, setelah itu ke Manokwari, Sorong dan sebagainya, " kata Ustadz Hasyim Asyari, Senin (15/3) mewakili Al-Adab di Mimika.
Dijelaskannya bahwa kehadiran Wakil Rais PWNU Jatim tersebut sebagai kesempatan emas dan dimanfaatkan untuk memberi pembekalan Aswaja an-Nahdliyah ke PCNU Mimika.
Saat memberikan pembekalan, kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mengingatkan bahwa usai wafat, Nabi meninggalkan warisan.
"Warisan Nabi itu Al-Qur'an dan hadits. Namanya warisan tidak dikuasai satu orang, tapi dibagi-bagi. Makanya ada sahabat yang menguasai fiqih, hadits, sejarah, tauhid dan sebagainya. Sahabat itu kecerdasannya juga beda-beda. Sahabat itu ibarat bintang yang menyinari kegelapan, " katanya menirukan pesan KH Hisyam Syafaat.
Kenyataan itu menurutnya menunjukkan bahwa Aswaja NU itu sumber hukumnya Islam bukan hanya Al-Qur'an dan hadits saja, tetapi ijmak dan qiyas.
"Kesepakatan hukum para sahahat yang belum ada di zaman Nabi itu adalah ijmak," urainya.
Menurutnya, agar orang awam aman dan selamat, maka disarankan ikut para sahabat yang turun temurun sanadnya hingga Syaikhana Kholil Bangkalan dan Kiai Hasyim Asy’ari Jombang.
“Jangan sampai kita ikut tafsir jalan lain, tapi ikutlah Tafsir Jalalain," katanya menyelipkan humor.
Sedangkan H Imam Mawardi berharap agar pengalaman Kiai Hisyam selama di Jawa dapat ditularkan di Mimika.
"Kami harap kita bisa lebih baik setelah mendapatkan pembekalan ini, " kata Ketua PCNU Mimika tersebut.
Acara diikuti para pengurus, lembaga, banom, dan tokoh NU Mimika. Peserta yang hadir juga merupakan pengurus struktural dan kultural NU.
"Ghirah ke-NU-an perwakilan dari Jamaah Istighatsah kelihatan tinggi karena jumlahnya yang hadir lebih banyak daripada pengurus struktural lainnya," terang Ketua Jamaah Istighatsah Mimika yang juga Wakil Ketua PCNU Mimika, Ustadz Sugiarso.
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua