Ziarah Muassis NU Demi Meneguhkan Sanad Perjuangan
NU Online · Kamis, 5 Maret 2020 | 23:00 WIB
Sejumlah kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut hari lahir ke-97 Nahdlatul Ulama. Salah satu yang selalu dilaksanakan adalah dengan melakukan ziarah ke makam atau pesarean para ulama dan kiai yang dulu pernah berkhidmah di jamiyah.
Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan, salah satunya ziarah muassis atau pendiri NU.
Kepada NU Onlie, KH Imron Mutamakkin menjelaskan bahwa ziarah kepada makam muassis sebagai hal positif, termasuk memastikan bahwa sanad perjuangan tidak putus.
Disampaikannya bahwa ziarah bukan semata amaliah yang sepi manfaat. Justru dengan mempertahankan tradisi tersebut dapat melanggengkan khidmah sehingga semangat berjamiyah tidakj kendor.
Apa yang dapat ditangkap dari pesan tersebut, bahwa setiap pengurus dan anggota NU hendaknya juga memiliki kepedulian kepada perjalanan organisasi. Bahwa dengan menyisihkan sebagian yang didapat dari rizki, maka banyak khidmah yang bisa diberikan kepada umat. Apalagi PBNU telah menginstruksikan bagi penghimpunan dana umat lewat Kotak Infak atau Koin Muktamar NU.
Saat kegiatan ziarah, pembacaan surat Yasin dan tahlil dipimpin oleh KH Makshum Hasyim, sedangkan doa oleh KH Abdullah Muhsin. Dan untuk rute ziarah adalah dari Sidogiri, Bangkalan dan terakhir ke Jombang.
"Alhamdulillah, sudah selesai ke makam Kiai Nawawi Sidogiri. Setelah ini, kami akan ke Mbah Kholil Bangkalan. Terakhir, ke Mbah Hasyim Asy'ari di Jombang," ujar Akhmad Farid.
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua