Selamat Hari Raya Idul Fitri Zaman KH Hasyim Asy'ari
NU Online · Rabu, 5 Juni 2019 | 11:15 WIB
Di majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) tahun 1354 H, hoofdbestuur (pengurus besar) Nahdlatul Ulama menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri. Di tahun itu Idul Fitri jatuh pada tanggal 7 Januari 1936 M, sepuluh tahun sejak NU didirikan dan Indonesia (Hindia Belanda) masih masa penjajahan Belanda.
Pada kolom haturan selamat Idul Fitri di majalah yang terbit 1 Januari 1936 tersebut, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatul Ulama dicantumkan di situ mulai Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pengurus lain.
Di antara kiai-kiai yang disebut adalah KH Ridwan bin Abdullah Surabaya, Abdul Wahab bin Chasbullah Surabaya, Abdullah bin Ali, KH Hamim, KH Sahal, KH A Faqih, dll. Sementara dari jajaran Tanfidziyah ada KH M Noer, H S Samil, M Kariadi, dan lain-lain.
Ucapan selamat Idul Fitri itu berbunyi, Menghatoerkan selamat hari raya A’Idil fitri kehadapan sekalian ichwanul moeslimin wal moeslimat, pembaca BNO umuman, wachoesoeson qoum Nahdliijin, menghatoerkan poela beberapa jenis kesalahan, kelalaian, kehilapan dan koerangnya Ta’addoeb semasa doedoek dalam Bestoeran, maoepoen sebeloemnya; Maka atas hal demikian, tenteo sedjoemlah kami ampoenja doesa hak adami, moehoen di maafkan sekaliannja dari Doenia hingga Acherat kelak.
Di samping inipoen ta’loepalah kami sekalian bersedia memafakan sekedar doesa saudara terhadap kami sekaliannja.
Dan mari kita berdo’ea pada Allah djoega bersama-sama, disampaikan Oemoer kita masing-masing sampai bertemu A’idilfitri tahoen jang akan datang 1355 Amin!!
Pada tahun 1936 beberapa sejarah penting NU tercatat, NU menggelar Kongres ke-11 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada waktu itu Hidayah Islamiyah, sebuah organisasi Islam bergabung dengan NU. Pada tahun itu pula KH Wahid Hasyim mendirikan Ikatan Pelajar-Pelajar Islam di Jombang, membangun taman bacaan tak kurang 500 buku, termasuk majalah, surat kabar dalam bahasa Jawa dan Indonesia.
Menurut Ensiklopedi NU (terbit 2014), majalah BNO, diperkirakan terbit pertama kali tahun 1931. Majalah itu diupayakan oleh kiai-kiai NU dengan harapan berperan sebagai obor kaum muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya. (Abdullah Alawi)
::::
Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada 28 Juli 2014, pukul 07.00. Redaksi mengunggahnya ulang dengan sedikit penyuntingan.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua