Cara Abu Nawas Menaklukkan Seekor Gajah (1)
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2020 | 14:00 WIB
Patoni
Penulis
Hari masih belum menunjukkan siang hari, Abu Nawas seperti biasa melakukan aktivitas keliling kampung. Di sebuah pedesaan yang cukup padat penduduk, Abu Nawas melihat ada keramaian.
Abu Nawas penasaran dan bertanya kepada salah seorang pengunjung. "Ada ramai-ramai apa?" tanya Abu Nawas.
Â
"Pertunjukan gajah ajaib," kata pengunjung tersebut.
"Apa maksudmu dengan gajah ajaib?" tanya kembali Abu Nawas.
"Gajah yang bisa mengerti bahasa manusia. Gajah itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja," kata si pengunjung itu.
Karena sudah semakin banyak penonton yang menyaksikan pertunjukan gajah miliknya, sang tuan gajah dengan bangga menawarkan hadiah cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat kepala gajah itu mengangguk-angguk.
Tergiur dengan hadiah besar, banyak di antara para penonton mencoba maju satu persatu untuk menaklukkan gajah tersebut. Mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk membuat gajah itu mengangguk-angguk, tetapi gagal.
Banyak yang gagal, giliran Abu Nawas maju untuk mencoba menaklukkan gajah ajaib itu. Setelah berhadapan dengan gajah, Abu Nawas bertanya, "Tahukah kau siapa aku?" Gajah itu menggeleng.
"Apakah kau tidak takut kepadaku?" tanya Abu Nawas lagi. Namun gajah itu tetap menggeleng.
"Apakah kau takut kepada tuanmu?" tanya Abu Nawas memancing yang mulai membuat di gajah itu ragu untuk menggeleng.
"Bila kau tetap diam, akan aku laporkan kamu kepada tuanmu bahwa kau tidak takut kepada dia," gertak Abu Nawas.
Akhirnya gajah itu terpaksa mengangguk-angguk. Seluruh pengunjung terperangah dan kagum, Abu Nawas berhasil membuat gajah itu mengangguk-angguk. Ia pun memenangkan hadiah besar. (Fathoni)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua