D. Zawawi Imron, Penyair atawa Penyiar?
NU Online · Jumat, 15 Maret 2013 | 05:07 WIB
Seorang tetangga datang ke rumah D. Zawawi Imron. "Kiai kok hebat sekali? Jadi penyiar saja bisa pergi ke mana-mana, bahkan bisa siarang ke luar negeri."Â
<>
Begitulah pertanyaan profesi dari tetangga Kiai Zawawi, dengan bahasa Madura yang fasih.
KH D. Zawawi Imron, yang dijuluki Rais Aam Penyair Pesantren, langsung mengerti kesalahan tetangganya itu. Namun ia tidak segera membetulkannya, melainkan meneruskan "logika" tetangganya itu.
"Alhamdulillah, Dik, meski tidak punya radio, aku bisa siaran di mana-mana, di radio yang berbeda-beda satu dengan lainnya," Kiai Zawawi menanggapi, dengan senyuman.Â
Saya mendengar dialog itu dari Kiai Zawawi langsung. Ia bercerita dengan tertawa terpingkal-pingkal. Â
Tapi, kata Kiai Zawawi, tetangganya itu tidak terlalu salah. "Kan saya juga penyiar agama di mana-mana, selain penyair yang baca puisi di mana-mana?" (Hamzah Sahal)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua