Muhammad Syakir NF
Penulis
Santri memiliki pandangan bahwa mengikuti perintah kiai dan keluarganya akan memberikan keberkahan untuknya. Apapun yang diperintahkan kiai kepadanya, selagi bukan soal kemaksiatan, tentu akan dipatuhi dengan sepenuh hati.
Jumadi yang tengah senggang diminta Ibu Nyainya untuk membeli sejumlah bumbu masak. Beberapa memang sudah tinggal sedikit, tidak cukup untuk memasak sayur makan siang penghuni pesantren.
"Cepat ya. Bawa sepeda biar lekas sampai," ujar Ibu Nyainya sembari menyerahkan sejumlah uang.
Jumadi lekas mengambil sepeda di bagian belakang rumah kiainya. Lalu berjalan menuju warung yang menjual bumbu-bumbu masakan yang dipesan Ibu Nyainya.
Ibu Nyainya pun menunggu cukup lama. Mestinya, jika menuju ke warung dengan sepeda, tentu tidak akan selama itu. Ibu nyai tetap berprasangka baik, barangkali di sana mengantri.
Penantian yang terasa panjang itu pun berakhir. Jumadi datang dengan sepeda inventaris pesantren. Namun, kedatangan Jumadi mengirim sinyal keanehan kepada Bu Nyai. Rasanya, ada yang ganjil.
Saat Jumadi menyerahkan belanjaannya, Bu Nyai pun bertanya. "Kok sepedanya dituntun, apa bannya bocor?"
"Nggak, Ibu."
"Lah, terus?"
"Saya gak bisa naik sepeda." (Syakir NF)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua