Patoni
Penulis
Suatu ketika, di perkampungan kecil di negeri Turki, Nasruddin hidup bersama keluarganya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Ia pun berangkat ke kota dengan harapan bisa mendapat pekerjaan yang layak.
Singkat kisah, Nasruddin mendapat majikan yang sangat kaya. Namun, ia dikeluhkan oleh majikannya karena bekerja lamban sekali. Nasruddin juga diprotes karena tidak mengerjakan tugas dengan sekaligus.
Baca Juga
Humor Sufi: Menyelamatkan Bulan
Majikan menjelaskan kepada Nasruddin saat disuruh membeli daging 3 kilogram, ia tidak membelinya sekaligus. Nasruddin pergi ke pasar, lalu balik hanya membawa 1 kilogram daging, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa 1 kilogram daging dan seterusnya, sehingga untuk beli 3 kilogram daging, Nasruddin pergi tiga kali ke pasar."
"Maaf Tuan, saya salah. Selanjutnya, saya mengerjakannya sekaligus supaya cepat beres," ujar Nasruddin.
Beberapa waktu kemudian majikan Nasruddin itu jatuh sakit dan iapun menyuruh Nasruddin pergi memanggil dokter. Tak lama kemudian Nasruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga membawa beberapa orang.
Baca Juga
Humor Sufi: Menyebar Roti
"Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga," kata Nasruddin.
"Yang lain-lain? Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?" tanya sang majikan.
"Begini Tuan, dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Tukang obat biasanya membuat obat dari bahan bermacam-macam, sebab itu saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obatan. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah meninggal, jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan,” jawab Nasruddin. (Fathoni)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua