Kuda Lambat dan Cepat untuk Abu Nawas di Tengah Guyuran Hujan
NU Online · Senin, 31 Agustus 2020 | 01:00 WIB
Patoni
Penulis
Suatu ketika Baginda Raja Harun Ar-Rasyid memerintahkan Abu Nawas untuk ikut berburu Beruang di hutan. Abu Nawas tidak bisa mengelak titah Baginda Raja meskipun harus diakui ia takut pada Beruang.
Baginda Raja dan pengawalnya sudah memprediksi bahwa hari-hari berburu akan dilalui dengan guyuran hujan deras. Tidak mau pakaian basah kuyup, Baginda Raja dan para pengawalnya menunggangi kuda yang larinya cepat, sedangkan Abu Nawas hanya dipasrahi kuda yang lambat.
Tetapi Baginda Raja dan para pengawalnya heran ketika melihat pakaian Abu Nawas tetap kering. Sedangkan Raja dan para pengawalnya basah kuyup. Padahal Abu Nawas hanya menunggangi kuda lambat yang tidak memungkinkan bisa menembus guyuran hujan untuk mencapai tempat berteduh terdekat.
Seketika itu, Baginda Raja bertitah kepada para pengawalnya untuk menggunakan kuda yang lambat seperti yang dipakai Abu Nawas agar pakaian tidak basah kuyup.
Benar saja, di hari kedua berburu menuju lokasi, hujan turun lebih deras dari hari pertama. Tetapi Baginda Raja dan para pengawal tetap basah kuyup. Tidak seperti apa yang terjadi pada diri Abu Nawas.
Dengan kuda yang lebih cepat, Abu Nawas sampai di lokasi terlebih dahulu. Tentu dengan pakaian yang tetap kering. Baginda Raja dan para pengawal keheranan dan penasaran sebenarnya apa yang telah dilakukan Abu Nawas agar pakaian tetap kering dari guyuran hujan.
"Terus terang, bagaimana caranya menghindari hujan, wahai Abu Nawas," tanya Baginda Raja.
"Mudah Tuanku yang mulia," kata Abu Nawas sambil tersenyum.
"Sedangkan aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini," keluh Baginda Raja.
"Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan, Paduka yang mulia," jelas Abu Nawas.
"Lalu, apa yang kamu lakukan?" tanya Baginda Raja.
"Begitu hujan turun hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya, lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti," seloroh Abu Nawas. (Fathoni)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua