Burhan berniat memberi hadiah sarung BHS kepada kiai yang sangat dihormatinya. Setelah dibungkus rapi, hadiah itu pun akhirnya diserahkan kepada kiainya.<>
Sang kiai pun menerima dengan senang hati. Burhan merasa puas karena pemberiannya diterima dengan baik.
Kiai langsung berkata; “Subhanallah, sarung yang bagus ini Bur.”
Burhan langsung tersenyum dengan puas dan merasa bangga. Tetapi tiba-tiba senyum Burhan lenyap begitu saja ketika mendengar kiai berkata:
“Wah, sarungnya bolong (red: berlubang) ya Bur?”
Burhan pun sontak malu gara-gara sarung pemberiannya ternyata tidak bagus.
Demi mengurangi rasa malunya, maka Burhan pun langsung berkata, “Ngapunten Kiai, saya akan tukar dengan yang sarung lain.”
Kiai merasa keheranan, “Memangnya kenapa Bur?”
“Katanya, sarungnya bolong. Jadi saya akan ganti dengan sarung baru yang tidak bolong,” jelas Burhan.
Sang kyai pun tertawa dan menjelaskan. “ Hehe… tak usah, tak usah. Semua sarung sama saja. Kamu beli yang baru pun pasti bolong juga. Kalau tidak bolong, tak akan saya pakai, mubazir!”
Setelah sekian lama berpikir karena kebingungan penjelasan kiainya, akhirnya Burhan baru sadar. “Hehe... iya, ya. Semua sarung pasti berlubang dua, atas dan bawah. Kalau tidak bolong, bagaimana mau dipakai. Hihi... bikin kaget aja Pak Kiai,” ucap Burhan sambil nyengir. (Ahmad Rosyidi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
6
Masjid Sayyidah Aisyah Tan'im, Lokasi Favorit Miqat Umrah Sunah Jamaah Haji Indonesia
Terkini
Lihat Semua