Kita ini mengikuti tradisi NU, "mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik."
"Lha ketika kita mengambil tradisi baru yang baik tapi beyanya kok mahal!!" keluh seorang santri dinpinggiran Jakarta pada temannya.
<>“Berati kau telah melakukan ijtihad, lalu ngumpulin kitab-kitab sehingga butuh banyak beya.”
“O tidak, itu lho gara-gara sekarang berkembang tradisi mengirim ucapan selamat berpuasa lewat SMS pulsa yang baru saya beli dua hari yang lalu sudah ludes.”
“Kenapa begitu?" tukas temannya.
“Lha iya kita menerima banyak SMS ucapan selamat, maka kita harus membalas itu kan butuh biaya, sementara kalau tidak menjawab dikira sombong.”
“Ya itu sudah resiko zaman modern yang serba duit. You masih ingat pepatah Jawa bahwa jer basuki mowo beyo, bahwa pembaruan itu memerlukan beaya." (bregas)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua