Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
NU Online · Rabu, 8 April 2026 | 10:30 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Amerika Serikat Donald J Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan. Hal tersebut atas dasar percakapannya dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dijadwalkan malam ini terhadap Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tulis Trump melalui media sosialnya pada Rabu (8/4/2026).
Trump mengaku bahwa hal tersebut dilakukan karena tujuan militer sudah terpenuhi bahkan melampaui.
"Dan kini sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran, serta perdamaian di Timur Tengah," ujarnya.
"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan meyakini bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi," lanjut Trump.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hampir semua poin utama yang sebelumnya menjadi sumber perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati. Namun, periode dua pekan akan memberikan waktu untuk menyelesaikan dan meresmikan perjanjian tersebut.
"Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," pungkasnya.
Sementara itu, Shehbaz Sharif mengumumkan gencatan senjata itu melalui akun X-nya pada Rabu (8/4/2026). Gencatan senjata itu, menurutnya, berlaku segera, termasuk di Lebanon.
"Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA," tulisnya.
Sharif mengundang delegasi dari negara-negara itu untuk bernegosiasi lebih lanjut di Islamabad pada Jumat (10/4/2026).
"Saya menyambut dengan hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan akhir untuk menyelesaikan semua perselisihan," tulisnya.
Kedua belah pihak, katanya, telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa serta tetap terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas.
"Kami sangat berharap bahwa 'Perundingan Islamabad' berhasil mencapai perdamaian berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang!" pungkas Sharif.
Adapun 10 poin proposal Iran sebagimana dilansir Tasnimnews adalah sebagai berikut:
1. AS pada prinsipnya harus berkomitmen untuk menjamin non-agresi
2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz
3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima
4. Pencabutan semua sanksi primer
5. Pencabutan semua sanksi sekunder
6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur IAEA
8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan pada Iran
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon.
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
3
Orang NU Gila Itu Dokter Fahmi D. Saifuddin
4
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme Politik
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Kepala Intelijen Pasukan Garda Revolusi Iran Majid Khademi Gugur
Terkini
Lihat Semua