Berlindung, Pengungsi Suriah Mengungsi ke Gaza
NU Online · Rabu, 22 Mei 2013 | 13:24 WIB
Kairo, NU Online
Seakan tak menemukan pilihan lain dan tidak mendapatkan tempat berlindung di negara lain, lebih 500 orang Suriah yang negaranya tengah dilanda konflik itu pun mengungsi ke Jalur Gaza, tempat yang juga tengah bergejolak dan terisolasi.<>
Surat kabar Inggris The Guardian, sebagaimana dilansir kantor berita Jordania al-Mukhtashar (22/5) melansir, lebih dari 500 warga negara Suriah lari keluar negara mereka dari ancaman pembunuhan rezim Assad sekitar setahun silam. Bagi mereka, Gaza yang juga tengah dilanda gejolak rupanya jauh lebih baik daripada Suriah kini.
Saat ini, lebih dari 2 juta rakyat Suriah memilih meninggalkan negara mereka yang sedang kacau dan mengungsi di beberapa negara, seperti Jordan, Lebanon, Mesir dan bahkan Gaza.
Mayoritas pengungsi lainnya terkonsentrasi di wilayah perbatasan Turki. Pemerintahan Turki memberikan lahan khusus dan membangunkan kamp-pengungsian untuk para pengungsi Suriah.
Kepala Urusan Pengungsi Palestina di Gaza Essam Adouan mengatakan, kedatangan para pengungsi Suriah itu tak dapat dikontrol. Di sisi yang lain, keberadaan mereka juga bisa menambah permasalahan baru di Gaza.
"Jika pengungsi Suriah kian bertambah di Gaza, tentu hal tersebut akan menimbulkan masalah baru di sini. Infrastruktur Gaza sendiri masih belum mapan untuk penduduk aslinya. Belum juga tingkat pengangguran yang sangat tinggi di sini," kata Adouan.
Sementara itu, juru bicara Kantor PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina Christ Gans mengatakan, para pengungsi Suriah tersebut sebenarnya juga berasal dari Palestina.
"Dulu mereka mengungsi dari Palestina ke Suriah. Sekarang, ketika Suriah bergejolak, mereka 'kembali' ke Palestina. Kami faham masalah mereka. Mereka mengalami tekanan berat karena telah mengungsi dua kali. Pertama dari Palestina ke Suriah, dan kini dari Suriah ke Palestina," kata Gans.
Ditambahkan Gans, pihaknya memberikan bantuan kemanusiaan semampunya kepada para pengungsi itu, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal hingga layanan pendidikan untuk anak-anak.
Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua