Cerita di Balik MoU Museum NU-Fasnetgama
NU Online · Ahad, 29 Desember 2013 | 23:00 WIB
Melbourne, NU Online
Penandatanagnan MoU antara Museum NU-Fasnetgama cukup mengejutkan karena terjadi di Australia. Di tengah hubungan Indonesia-Australia yang masih “tegang”, direktur Museum NU justru berhasil memanfaatkan kunjungan dinasnya untuk peningkatan layanan museum.
<>
Karena MoU dilaksanakan di wilayah kerja KJRI Melbourne, maka Konsul Jenderal RI memberi tempat di kantor konsulat sekaligus menyaksikan pendatangannya.
“Sebagai perwakilan resmi pemerintah RI, kami akan membantu setiap upaya baik dan konstruktif warga Indonesia di wilayah kerja kami,” ujar Konjen RI Melbourne Irmawan Emir Wisnandar.
Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri yang sedang menjalankan tugas dari kampusnya, UIN Sunan Ampel Surabaya, sangat senang dengan sambutan pihak konsulat itu. Bersama sejumlah rekan dosen lainnya, ia sedang mengikuti program Postdoctoral & Sandwich Programs di Deakin University.
Secara kebetulan, dalam beberapa acara informal ia bertemu dengan Muhammad Nur Rizal, dosen UGM dan Direktur Fasnetgama yang tengah studi Ph.D bidang IT di Universitas Monash. Dari percakapan informal itulah tercetus penjajagan kerjasama yang akhirnya berwujud MoU.
“Kesadaran sejarah di antara kaum muda NU masih rendah,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Saya yang kebetulan diberi amanah untuk mengelola aset penting ini, tentu harus cekatan memanfaatkan setiap peluang,” sambungnya.
Menurut Muhibbin, museum ini merupakan gagasan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diwujudkan antara lain oleh kegigihan Choirul Anam (Cak Anam). Cak Anam adalah tokoh penting dalam perjalanan NU pada era Gus Dur, khususnya di Jawa Timur.
Selain aktif di lingkungan NU, Cak Anam adalah wartawan dan penulis yang handal. Skripsinya yang berjudul “Pertumbuhan dan perkembangan Nahdlatul Ulama”, kemudian dibukukan dengan judul yang sama, menjadi rujukan utama semua penelitian tentang sejarah NU.
Dengan adanya MoU ini diharapkan Museum NU dapat terus meningkatkan layanannya pada masyarakat. “Jangan sampai MoU ini hanya berhenti di atas kertas,” kata Emir Wisnandar mengingatkan. (Iip Yahya/Abdullah Alawi).
Keterangan foto dari kiri ke kanan: Vitrio Naldi (Konsul Muda Pensosbud), Mokhamad Nur (Ketua PCI NU ANZ), Achmad Muhibbin Zuhri (Direktur Museum NU), Irmawan Emir Wisnandar (Konjen RI Melbourne), Muhammad Nur Rizal (Direktur Fasnetgama), dan Badrus Sholeh (aktivis NU).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua