Erdogan Sebut Jerman Semasa Hitler sebagai Sistem Presidensial Efektif
NU Online · Sabtu, 2 Januari 2016 | 03:05 WIB
Istanbul, NU Online
Presiden Turki Tayyip Erdogan yang tengah berjuang memperbesar kekuasaan eksekutif, menyebut Jerman semasa diperintah Adolf Hitler sebagai contoh sebuah sistem presidensial yang efektif.
<>
Erdogan ingin mengubah konstitusi Turki demi mengubah peran seremonial presiden menjadi kepala eksekutif seperti di Amerika Serikat, Prancis dan Rusia.
Ketika ditanya wartawan sekembalinya melawat ke Arab Saudi Kamis lalu mengenai apakah sistem presidensial eksekutif masih mungkin ketika pada saat bersamaan mempertahankan struktur kesatuan negara, Erdogan menjawab, "Ada banyak contoh di dunia ini. Anda bisa menyaksikannya ketika Anda melihat Jerman semasa Hitler."
Partai berkuasa AK yang didirikan Erdogan telah menempatkan konstitusi baru pada jantung agenda politiknya setelah memenangkan kembali suara mayoritas pada Pemilu Legislatif November lalu.
Partai ini bersepakat dengan kubu oposisi utama CHP untuk memperkuat konstitusi baru.
Partai-partai oposisi bersepakat akan pentingnya mengubah konstitusi yang disusun setelah kudeta 1980 dan disusun militer.
Namun mereka tidak mendukung sistem presidensial yang diinginkan Erdogan karena takut perubahan itu akan lebih memusatkan kekuasaan pada tangan pemimpin otoriter, demikian Reuters. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua